Friday, January 16, 2026

Inovasi Kelangkaan Pupuk dengan POC Urine Kelinci

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Petani padi di Desa Juwiring, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, Kurniawan Turwahyudi, berinovasi membuat Pupuk Organik Cair (POC) urine kelinci. Pria yang akrab disapa Wawan itu memiliki menyetok POC urine kelinci yang dicampur dengan empon-empon seperti kunyit, lengkuas, dan temu hitam.

Bahan lain bratawali dan tembakau untuk pestisida nabati. Namun ia tidak menakar berapa banyak empon-empon yang digunakan. “Makin banyak empon-empon, semakin banyak senyawa bermanfaat yang didapat, jadi lebih bagus,” tutur Wawan.

Setelah perajangan, ia merebus empon-empon agar senyawa aktif lebih cepat terekstrak. Setelah air rebusan menghitam, matikan konpor dan biarkan hingga dingin. Lalu saring dan campur dengan urine kelinci dengan perbandingan 1:5.

Artinya 1 liter larutan ekstrak empon-empon dicampurkan dengan 5 liter urine kelinci. Kemudian tambahkan larutan mikroorganisme efektif sebagai decomposer. Simpan semua larutan, lalu fermentasi dalam wadah tertutup yang tutupnya terhubung dengan selang.

Selang itu menyalurkan gas ahsil fermentasi dna untuk menghindari kontaminasi dengan udara luar. Dengan begitu bahan yang difermentasi steril dan tidak tercemar oleh bakteri dan cendawan merugikan serta bibit penyakit.

Ciri fermentasi beirhasil yakni beraroma seperti tapai dan tidak ada lagi gelembung gas. POC pun siap digunakan dan bisa disimpan untuk stok dalam tempat tertutup. Keputusan Wawan menggunakan urine kelinci sebagai bahan POC pilihan tepat.

Urine kelinci yang diolah menjadi pupuk organik tidak hanya bermanfaat untuk pertumbuhan tanaman dan mengembalikan kesuburan lahan, tetapi juga mengurangi biaya petani.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img