Trubus.id-Harga pakan yang terus meningkat membuat Irma Widi Astuti dan rekan-rekannya prihatin terhadap nasib peternak bebek. “Harga mahal itu karena kita masih mengimpor soybean meal atau bungkil kedelai yang merupakan bahan utama pakan bebek,” ujar Irma.
Indonesia menjadi importir bungkil kedelai terbesar kedua setelah Uni Emirat Arab. Padahal, bahan tersebut bisa digantikan dengan sumber pakan lokal seperti Azolla microphylla yang mudah ditemukan di alam.
Irma dan timnya menemukan bahwa di Dampit, Kabupaten Malang, Azolla microphylla banyak tumbuh liar namun belum dimanfaatkan. “Padahal potensinya tinggi sebagai pakan ternak,” tutur Irma, mahasiswi Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.
Pada tahun 2022, Irma bersama Izdihar Zaky A., Assifa Nurlailia, Tiara Diva O., dan Andhani Kurnia R. mulai mengembangkan pakan bebek bergizi tinggi dengan harga terjangkau. Mereka menamai produk ini Gemilang Feed, dengan harapan masa depan produknya cerah.
Tim Gemilang Feed menggunakan bahan-bahan bernutrisi tinggi seperti tepung azolla (dengan kadar protein 24%—30%), nasi aking, susu ternak, tepung jagung, molase, dan fermentor. “Azolla kami dapatkan dari Dampit, Kabupaten Malang,” kata Irma.
Bahan lain seperti nasi aking diperoleh dari pengepul di Malang dan Blitar. Azolla diolah menjadi tepung, lalu dicampur dengan bahan lain dan difermentasi secara anaerobik selama dua pekan.
Setelah fermentasi, pakan dikeringkan hingga kadar airnya kurang dari 60% sebelum diolah menjadi bentuk pelet menggunakan mesin. “Bebek lebih menyukai pakan berbentuk pelet daripada dedak,” jelas Irma.
Pakan dikemas dalam plastik dengan berat bersih 15 kg dan dalam karung berlapis plastik dengan berat bersih 50 kg. Harga Gemilang Feed untuk kemasan 50 kg dijual Rp300.000, lebih murah 14% dibandingkan pakan lain di pasaran yang berkisar Rp350.000 per 50 kg.
Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa Gemilang Feed memiliki kandungan nutrisi tinggi, dengan 17% protein kasar, 3,5% lemak kasar, 2% kalsium, dan 0,7% fosfor. Pakan ini juga mengandung vitamin B12, vitamin D3, serta asam amino esensial.
Azolla dalam pakan ini terbukti meningkatkan indeks kuning telur (IKT) dan haugh unit (HU) pada bebek petelur. “Semakin tinggi HU, semakin baik kualitas telur,” kata Irma. Sementara itu, nasi aking memberikan energi tinggi hingga 3.465 kilokalori per kg.
Dosen pembimbing tim Gemilang Feed, Dr. Ir. Eko Widodo, M. Agr. Sc., M.Sc., mengapresiasi inovasi pakan berbasis azolla dan bahan lokal lainnya. “Mereka menggunakan bahan yang tidak umum di industri pakan seperti nasi aking,” ujarnya.
Eko menyarankan agar Irma dan tim terus menjaga kualitas produk dengan quality control. “Perluasan pemasaran dan pengurusan perizinan juga penting agar bisnis ini bisa legal dan berkelanjutan,” tambah alumnus Gifu University, Jepang, itu.
Irma dan timnya berharap Gemilang Feed bisa membantu para peternak bebek mendapatkan pakan berkualitas tinggi dengan harga lebih terjangkau. Dengan inovasi ini, diharapkan industri peternakan bebek di Indonesia bisa lebih mandiri dan berdaya saing.
