Inspirasi Rangkaian Anggrek Bulan Melayang Serupa Kupu-Kupu

Rekomendasi

Trubus.id—Anggrek bulan putih itu tersusun melingkar dan melayang memenuhi langit-langit sebuah ruangan hotel. Bentuk itu hendak menggambarkan imajinasi Vincent Caesar Jansius Luhur yang tak terbatas. Di bagian dasarnya, perancang interior di Jakarta Utara itu menata bunga baby’s breath membentuk cincin api. “Desain ini merepresentasikan semangat membara yang tak pernah padam,” ujarnya. Karya seni instalasi bunga itu bernilai estetika tinggi nan bermakna.

Vincent Luhur tak ingin menghadirkan sebuah karya yang hanya glamour dan meriah. Namun, lebih dari itu, ia selalu menghadirkan karya yang bermakna filosofis tinggi. Wajar jika karyanya selalu berhasil membuat decak kagum. Perancang itu menggunakan bunga anggrek bulan karena terinspirasi oleh kupu-kupu. “Phalaenopsis kalau diartikan dalam bahasa Yunani artinya kupu-kupu,” ujarnya.

Vincent Luhur terinspirasi kupu-kupu untuk penggunaan anggrek bulan. (Dok. Vincent Luhur)

Sementara baby’s breath melambangkan kesucian cinta sejati yang tak lekang oleh waktu. Nama ilmiah bunga itu Gypsophila paniculata. Gypsophila berasal dari bahasa Yunani yaitu gypsum yang artinya mineral batu putih yang terbentuk akibat endapan air laut. Phila berasal dari kata philos yang artinya mencintai. Vincent lebih suka menggunakan sedikit bunga tetapi menghasilkan dekorasi yang kaya makna. Ia ingin memberikan momentum indah sebuah pernikahan dengan desain yang akan lama dikenang. Hal itu membuatnya tak asalasalan dalam memilih bunga maupun menyajikannya dalam bentuk rangkaian yang indah dan sarat makna.

Komposisi bunga mawar, peoni, dan baby’s breath untuk desain meja. (Dok. Vincent Luhur)

Dalam karya bernama prologue itu, Vincent juga mendesain meja makan dengan apik. Perpaduan bunga-bunga berwarna putih itu seperti hendak berbicara pada para tamu undangan tentang kesucian kasih cinta sang mempelai. Ia memanfaatkan bunga mawar, peoni, dan baby’s breath untuk menghias meja. Alumnus jurusan Desain Grafis, Universitas Pelita Harapan itu menggeluti dekorasi pernikahan sejak empat tahun belakangan ini. Prinsipnya selalu menggunakan bunga segar dalam setiap karyanya. “Saya ingin setiap karya seni saya selalu memiliki konsep, arti, makna, dan ceritanya sendiri,” ujarnya.

Vincent Luhur menggeluti desain pernikahan sejak 2016. (Do. Vincent Luhur)
Artikel Terbaru

Daun Ketapang Babel Tembus Pasar Ekspor

Daun ketapang asal Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki potensi besar di pasar ekspor. Permintaan dari negara seperti Amerika Serikat,...

More Articles Like This