Saturday, April 13, 2024

Intensifikasi Lahan dengan Memanfaatkan Pupuk Hayati. Peningkatan Hasil Hingga 5—20%

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Upaya memenuhi kebutuhan pangan nasional salah satunya dengan intensifikasi. Menurut peneliti padi di Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Ir. Sugiyanta, M.Si., intensifikasi lahan dapat menjadi solusi berkurangnya luas sawah dan menurunnya produktivitas padi.

Upaya intensifikasi antara lain penggunaan varietas unggul dengan potensi produktivitas lebih dari 10 ton per ha, perbaikan lahan dengan meningkatkan bahan organik, pemupukan dan pengairan presisi.

Upaya lain yakni dengan pengendalian hama dan penyakit tanaman terpadu, serta aplikasi pupuk hayati. Menurut doktor Agronomi alumnus IPB itu upaya itu dapat meningkatkan hasil 10—20%.

Petani menempuh berbagai upaya untuk mendongkrak produksi. Petani di Desa Rancasanggal, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, Fauzul Khakim misalnya memanfaatkan pupuk hayati.

“Hasil panen hanya 3 ton per hektare padahal dosis pupuk anorganik sudah ditambah,” kata Fauzul. Sejak 2014 ia rutin memberikan pupuk hayati. Tentu saja ia juga rutin memberikan pupuk kandang fermentasi sebagai pupuk dasar dan pupuk anorganik sebagai pupuk susulan. Produktivitas padi meningkat lebih dari 5 ton per hektare.

Ia memberikan pupuk hayati setiap sepuluh hari sejak pengolahan tanah hingga dua hari menjelang panen. Khakim mengencerkan seliter pupuk hayati dalam 20 liter air bersih untuk sekali penyemprotan di lahan sehektare.

Setelah pengenceran, ia mendiamkan larutan selama dua hari. Pada musim tanam kedua 2020, petani padi sejak 2013 itu berhasil panen 10 ton per hektare dari varietas trisakti.

Pemupukan dasar berupa pupuk kandang fermentasi sebanyak 1—2 ton per ha. Ia memberikannya saat mengolah tanah. Pemupukan susulan masih menggunakan pupuk anorganik sekitar 400 kg.

“Penggunaan pupuk hayati dalam jangka panjang dapat memperbaiki kualitas tanah,” kata laki-laki berusia 30 tahun itu. Ia menggunakan pupuk hayati yang mengandung mikrob. Sugiyanta menuturkan pupuk hayati yang beredar di pasaran umumnya mengandung mikrob Bacillus sp., Azospirillum sp., Azotobacter sp., dan Pseudomonas sp.

Mikrob berperan meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman karena mampu mengikat unsur hara nitrogen dari udara, melepaskan fosfat dan kalium. Beberapa riset sebelumnya menunjukkan pemberian pupuk hayati dapat mengurangi penggunaan pupuk NPK anorganik dan meningkatkan produktivitas.

Sugiyanta mengatakan, hasilnya bisa berbeda bergantung pada tingkat kesuburan tanah. Secara umum, penggunaan pupuk hayati dapat meningkatkan 5—20 % hasil padi.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img