Trubus.id—Perawatan intensif salah satu kunci ikan louhan menjadi jawara kontes. Hal itu dirasakan Satam Nurohman dari Scorpion Team.
Ikan louhan kategori free marking A (FMA) hasil rawatannya meraih grand champion (GC) di Final Liga 2 Louhan Indonesia 2024. Baca juga Liga 2 Louhan 2 Indonesia 2024 (klik di sini).
Satam tak menyangka louhan hasil rawatannya meraih GC. Pasalnya ikan jantan itu kali pertama beradu elok setelah enam bulan dalam perawatan Satam.
“Beberapa bulan lalu, pemilik ikan membeli dari pehobi di Bandung, Provinsi Jawa Barat, seharga Rp35 juta,” kata perawat ikan di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, itu. Sejatinya liga yang digelar kali kedua pada 2024 itu juga terbilang ketat.
Gelar juara itu bonus dari perawatan intensif. Satam menggunakan pakan cacing darah beku (malam) dan pelet (pagi dan siang).
“Sehari kadang 2—3 kali. Kalau perut ikan terlalu gendut kita kurangi,” ujar Satam.
Untuk vitamin ia berikan sesuai kondisi ikan. Sementara untuk menonjolkan warna, ia mencampurkan serbuk klorofil pada pelet atau cacahan udang kupas.
Menurut bagian pemasaran salah satu perusahaan importir pakan, Kiwantoro, pakan dan kondisi air berpengaruh terhadap kualitas ikan hias.
“Pakan berkualitas memberikan nutrisi yang tepat dan bagus untuk mengaktifkan genetik ikan yang bagus itu. Itulah pada akhirnya posisi pakan mendorong kualitas ikan,” ujar Kiwantoro.
Rahasia lainnya, penggantian air. Satam mengganti air sepekan sekali paling banyak 50%. Sementara penggantian air untuk membuang kotoran setiap hari sekitar 10 cm.
“Kebutuhan pH 7–8 dengan suhu sekitar 30°C menyesuaikan dengan lokasi,” kata Satam. Suhu stabil karena ia menggunakan penghangat (heater) pada suhu 30—32°C tergantung cuaca.
Satam dan tim juga melakukan tanning—menggelapkan warna kulit dengan paparan sinarultraviolet (UV) —agar mutiara makin berkilau dan padat. Ia menggunakan sistem tanning itu berturut-turu selama sepekan hingga ikan mulai menghitam.
