Trubus.id – IPB University secara resmi melepas ekspor perdana ubi ungu ke Malaysia dan Singapura hasil produksi petani binaan dari desa-desa lingkar kampus. Acara pelepasan ekspor dilakukan secara simbolis di Agribusiness and Technology Park (ATP) IPB University, Bogor, pada 22 Juli 2025.
Ekspor ini merupakan hasil dari program pengembangan ekosistem bisnis ubi yang dijalankan oleh Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim (DPMA) IPB University sejak 2024. Hingga pertengahan 2025, program tersebut telah menjangkau lebih dari 13 desa di Kabupaten Bogor dan menghasilkan ekspor lebih dari 65 ton ubi ungu.
Rektor IPB University, Prof. Arif Satria, menyampaikan bahwa capaian ini tidak lepas dari keberhasilan program One Village One CEO (OVOC) yang telah hadir di 1.430 desa di Indonesia hingga 2025. Melalui program ini, mahasiswa tingkat akhir dan alumni IPB ditempatkan sebagai CEO desa untuk membuka akses terhadap teknologi, pasar, dan pembiayaan bagi masyarakat desa.
“CEO itu bukan sekadar jabatan, tapi proses pembelajaran sejak mahasiswa baru masuk IPB University. Ini menjadi bagian dari pendidikan karakter dan kepemimpinan berbasis inovasi,” ujar Prof. Arif dilansir pada laman IPB. Ia menambahkan, 31 persen mahasiswa IPB bercita-cita menjadi pengusaha, yang menurutnya bukan hanya soal mencari keuntungan, tapi juga menciptakan nilai dan dampak sosial.
Lebih jauh, IPB University juga aktif mendorong ekspor komoditas pertanian lainnya ke Amerika Serikat, Pakistan, India, Jepang, dan Malaysia. Salah satunya berkat inovasi penghilangan residu pestisida berbasis nano yang memungkinkan ekspor cabai ke Jepang. Bersama PT Astra International, IPB juga mengolah limbah kambing di Cipanas, Garut, menjadi media tanam yang kini diekspor ke 11 negara. Produk kopi Garut pun telah menembus delapan negara tujuan ekspor.
“Visi IPB hari ini adalah menjadi Innopreneur University. Kita ingin menjadi universitas yang tidak hanya menciptakan inovasi, tapi juga memberi makan dunia melalui pertanian modern,” tegas Prof. Arif.
Apresiasi atas capaian ini juga datang dari pemerintah. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan RI, Fajarini Puntodewi, menyampaikan penghargaan kepada IPB University atas kontribusinya dalam mendorong ekspor nasional melalui pemberdayaan desa.
Ilham Indanu Sitepu, alumnus IPB sekaligus CEO OVOC, menyebut bahwa ekspor ubi ungu ini membawa dampak nyata bagi ekonomi petani. “Keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi antara IPB University, pemerintah, dan sektor swasta seperti Desa Sejahtera Astra yang mendampingi lima desa mitra produksi,” ujarnya dilansir pada laman IPB.
Ke depan, lanjut Ilham, pihaknya menargetkan hilirisasi produk dengan menggandeng industri pengolahan seperti pabrik keripik ubi. “Harapannya, desa memiliki produk olahan ubi ungu yang bisa bersaing di pasar global, bukan hanya ekspor bahan mentah,” pungkasnya.
