Wednesday, January 28, 2026

Iwung Jawara Banten

Rekomendasi
- Advertisement -

Kontes kerbau untuk menyeleksi bibit unggul.

Si Iwung, kerbau juara kesatu asal Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Si Iwung, kerbau juara kesatu asal Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Suasana di pelataran Agro Techno Park di Kecamatan Curug, Kota Serang, Provinsi Banten, riuh saat panitia mengumumkan juara kontes kerbau pada 7 September 2016. Para tamu undangan dan pemilik peserta kontes bertepuk tangan dengan meriah saat panitia menyebutkan nama si Iwung, kerbau milik Asmara, menjadi juara pertama. Asmara tak bisa menyembunyikan kebahagiannya saat menerima penghargaan.

“Alhamdulillah, langsung dapat juara ke-1 pada kontes perdana yang saya ikuti,” kata peternak kerbau asal Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang. Pria yang memelihara 3 kerbau itu tak menyangka akan mendapat juara. “Semula tidak ada target harus menang, hanya partisipasi,” katanya. Penilaian utama pada kontes itu adalah untuk bibit kerbau unggul. Oleh sebab itu kriteria peserta adalah kerbau berumur 18—30 bulan.

Pakann khusus

Ir H Agus M Tauchid S MSi, ketua panitia acara sekaligus kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten.
Ir H Agus M Tauchid S MSi, ketua panitia acara sekaligus kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten.

Menurut juri kontes kerbau, Dr Chalid Talib, jika ada kerbau yang fisiknya bagus, tapi umur terlalu muda atau terlalu tua tetap tidak masuk kriteria penilaian. Juri yang juga periset dari Balai Penelitian Ternak, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu menuturkan ada dua kriteria penialaian, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Penilaian secara kualitatif dilihat dari keharmonisan bentuk tubuh, mulai dari kepala hingga ekor, struktur tulang, dan bentuk otot.

“Kerbau yang baik sosok tubuhnya membentuk kotak,” papar Chalid. Adapun penilaian kuantitatif meliputi jumlah gigi, tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, dan lebar dada. “Tinggi pundak bibit kerbau unggul dan tinggi pinggulnya harus sejajar, minimal melenceng 1—2 cm,” kata peneliti dan pemulia ternak itu. Menurut Chalid peraih juara ke-1 hingga ke-3 memiliki nilai tertinggi dari semua kriteria jika pada kontes itu terbagi menjadi kategori bibit pejantan, bibit betina, dan bibit pejantan favorit.

Para pemilik kerbau juara dan dewan juri kontes Provinsi Banten 2016.
Para pemilik kerbau juara dan dewan juri kontes Provinsi Banten 2016.

“Sebetulnya ketiganya berbeda kelas sehingga tidak bisa dilombakan. Namun, berdasarkan keputusan para dewan juri, kelas bibit pejantan adalah kelas utama sehingga ditentukan sebagai juara kesatu,” kata Chalid. Bagaimana kiat Asmara memelihara kerbau jawara? Menurut Asmara tidak ada perlakuan khusus dalam memelihara si Iwung yang berumur 2,5 tahun itu. “Saya hanya mengumbar di lahan luas seperti kerbau lainnya,” katanya.

Asmara tidak sembarangan memberi pakan. “Iwung enggan makan jika diberi pakan sembarangan. Ia hanya mau makan rumput bulu dan jampang,” kata Asmara. Adapun pemilik kerbau juara ke-3, Marsad, juga memberikan jenis pakan serupa. Sementara Henda Rusmana, pemilik kerbau juara ke-2 memberikan pakan beragam dengan cara mengumbar kerbau di lahan. Rumput gajah salah satu pakan yang disenangi.

Binder1.pdfMenurut peternak di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, itu, rumput gajah berpengaruh bagus terhadap pertumbuhan kerbau. Menurut Rusmana yang memelihara 4 kerbau, faktor genetiklah yang justru berpengaruh dominan untuk menghasilkan kerbau juara. “Rata-rata kerbau di Desa Sukarame berukuran bongsor, jadi anakannya pun besar-besar,” katanya.

Kampung kerbau

Selain uang pembinaan, pemilik kerbau juara juga mendapat bibit unggul kerbau sebagai hadiah.
Selain uang pembinaan, pemilik kerbau juara juga mendapat bibit unggul kerbau sebagai hadiah.

Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten sekaligus ketua panitia, Ir H Agus M Tauchid S Msi, kontes kerbau untuk memperingati bulan bakti peternakan dan hari ulang tahun ke-16 Provinsi Banten. “Tidak hanya kontes kerbau, tapi ada juga parade hewan ternak, bazar, dan pameran produk peternakan, serta pelayanan kesehatan hewan,” kata Tauchid.

Sebanyak 33 kerbau terbaik berpartisipasi dalam kontes acara yang berlangsung pada 6—7 September 2016 itu itu. “Kontes kerbau upaya Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Banten untuk memotivasi peternak agar menghasilkan produk berdaya saing dengan semakin banyaknya bibit kerbau berkualitas,” kata Tauchid. Kontes itu juga dapat menjaga plasma nutfah kerbau asli Banten yang populasinya semakin berkurang.

“Konsumsi daging kerbau juga perlu digalakkan karena kandungan gizinya tak kalah dengan daging sapi,” katanya. Tauchid berharap pada masa mendatang Provinsi Banten mampu swasembada daging. Oleh karena itu Agus berencana membuat kampung kerbau sebagai sentra produksi sekaligus konservasi. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img