Trubus.id — Tuntutan kualitas adalah lumrah lantaran jamur shiitake umumnya dijual segar. Pekebun harus ekstra hati-hati menanganinya, mulai pemanenan hingga pengemasan supaya mutu yang diminta konsumen terpenuhi. Salah satu syarat yang harus terpenuhi adalah kebersihan.
Oleh karena itu, untuk mendapatkan mutu bagus, bukan hanya saat proses budidaya, melainkan saat pemanenan hingga perlakuan setelahnya juga penting diperhatikan.
Pemanenan berperan penting untuk memperoleh jamur bermutu tinggi. Setiap tahap pemanenan harus diperhatikan sejak dari pemetikan, pewadahan sementara, hingga penyimpanan.
Mulai dari pemetikan hingga pengemasan banyak hal yang harus dihindari pekerja. Cuci bersih tangan sebelum bekerja seperti memanen dan gunakan sarung tangan. Jika sebelumnya Anda baru saja memegang oli, formalin, atau bahan kimia, urungkan niat memanen jamur.
Alat pemotong semacam gunting dan pisau juga harus steril. Hindari memanfaatkan alat itu untuk keperluan di luar pemanenan. Kalau pun terpaksa menggunakan, cuci bersih alat itu dan lap dengan kapas beralkohol.
Anda gemar merokok? Maaf, kebiasaan itu tak bisa diteruskan ketika menangani jamur. Apa pun alasannya, merokok membahayakan dan mengurangi kebersihan shiitake. Jangankan merokok, sekadar makan-minum pun dilarang, lantaran mengganggu efektivitas dan efisiensi kerja.
Meludah, membuang sampah, dan bercanda selama pemanenan juga dihindari. Meludah menyebabkan kumbung kotor, mengundang lalat, dan mengurangi kebersihan jamur. Gunakanlah pakaian bersih dan khusus pemanenan, sortir, hingga pengemasan. Sebab, serangga bisa menempel pada pakaian kotor.
