Tuesday, August 9, 2022

Jakarta Aqua Zoo 2007 : Warna Bebas di Podium Teratas

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

‘Ada noktah kecokelatan di bawah insangnya,’ ujar Arif SL, salah satu juri. Akibatnya halfmoon warna dasar gelap andalan Ricky Senjaya asal Jakarta itu gagal meraih gelar grand champion. Juara warna kombinasi junior milik Andy AC yang coba menghadang langkah sang juara warna bebas pun terpental. ‘Sirip bawah tidak proporsional dengan sirip lain. Bukaannya juga kalah prima,’ papar Edi Sudradjat, juri lain.

Perjalanan juara warna bebas junior untuk meraih GC dimulai dari laga melawan belasan pesaing di kelasnya. Melalui penyisihan hingga 3 besar, tinggallah ia berhadapan dengan kedua andalan Andy AC yang masing-masing menempati akuarium nomor 6 dan 12. Lantaran gaya berenangnya tidak stabil, penghuni akuarium nomor 12 langsung digelari juara ke-3. Sedangkan halfmoon di akuarium nomor 6 tersungkur karena, ‘Warnanya kurang tegas,’ kata Arif.

Serit dan plakat

Di kategori serit, juara serit warna bebas milik Gajah Mada beradu ngedok dengan juara serit warna kombinasi klangenan Betta Mandiri dan juara serit warna dasar gelap andalan Betta de Java. Namun, juara warna bebas memiliki kelemahan: ‘Spasi antarsirip kurang rapi,’ ujar Edi Sudradjat. Kekurangan lain, saat ngedok, sirip agak menguncup sehingga mengurangi kesempurnaan proporsi tubuh. Wajar ia tersingkir dari perebutan GC kategori serit.

Juara warna dasar gelap memiliki sedikit cacat, ‘Ada serit yang bengkok di sirip atasnya,’ ujar Arif. Meski demikian, proporsi seimbang yang terbentuk dari bukaan sempurna mengantarkannya menjadi GC. Bermodal itulah ia mendepak juara warna kombinasi. Ternyata, ‘Sirip bawahnya agak melekuk saat ngedok,’ kata Edi mengomentari penampilan juara warna kombinasi.

Perebutan GC kategori plakat berjalan sengit. Di sana bersaing juara dari kelas plakat warna dasar terang, warna dasar gelap, dan warna bebas. Namun, keunggulan proporsi tubuh dan bukaan sirip serta ekor dari juara warna bebas milik Black Betta itu mampu menumbangkan kedua rivalnya. ‘Keunggulannya tampak pada sirip punggung dan ekor. Untuk gaya renang dan warna, ketiganya seimbang,’ jelas Arif.

Kelemahan kedua rival memuluskan langkah juara warna bebas. ‘Juara dasar terang bukaannya agak miring,’ ujar Edi. Sedangkan Arif melihat, ‘Sirip bawahnya terlalu panjang sehingga tidak serasi dengan tubuhnya.’ Juara dasar gelap milik Ricky Senjaya terganjal bukaan ekor yang kurang maksimal sehingga kalah di poin proporsi tubuh. Akibatnya ia tersisih dari perebutan GC. Meski begitu, Ricky Senjaya menyabet juara umum karena koleksinya paling banyak menyabet juara.

Giant betta

Lomba yang diadakan di WTC Manggadua, Jakarta Utara itu diikuti hampir 200 peserta. ‘Itu di luar perkiraan. ‘Mungkin ini karena kontes pertama pasca-Ramadhan,’ ujar Hermansyah, koordinator juri. Selain dari Jakarta, peserta juga datang dari Jawa Tengah, Bali, bahkan Singapura. Kontes itu termasuk rangkaian perhelatan Jakarta Aqua Zoo 2007, yang merupakan agenda tahunan Dinas Perikanan DKI Jakarta. ‘Para pemenang boleh berbangga karena mendapat piala dari Gubernur DKI Jakarta,’ tambah Hermansyah.

Kontes itu juga mempertandingkan kelas langka, yaitu giant betta alias cupang raksasa. Meski masih baru dikonteskan, jumlah pesertanya hampir seimbang dengan kelas lain. Di bawah dominasi peserta ibukota, piala juara malah direbut Walet FC asal Batang, Jawa Tengah. ‘Kelas ini nantinya bakal semakin ramai di kontes-kontes mendatang,’ ujar Mustafa Kamil. (A. Arie Raharjo)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img