Tuesday, January 27, 2026

Jangan Menyepelekan Permasalahan Gangguan Tidur

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Gangguan tidur tidak bisa dianggap sepele. Gangguan itu berbahaya bagi kesehatan, baik secara fisik maupun psikis seseorang. Beragam penyakit maut seperti gangguan jantung, darah tinggi, diabetes melitus, dan gangguan ginjal bisa bermula dari gangguan tidur. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mengatasi masalah gangguan tidur.

Sebelum berupaya mengatasinya, perlu diketahui gejala gangguan tidur. Sering bermimpi buruk dan tetap merasa lelah meski kebutuhan tidur tercukupi, menandakan seseorang mengalami gangguan tidur.

Jika kondisi itu dialami tiga kali selama sepekan, seseorang terindikasi mengalami gangguan tidur. Kasus gangguan tidur cenderung meningkat. Diperkirakan terdapat 1 kasus gangguan tidur dari 7–20 orang dewasa. Jumlah itu melonjak pada manusia lanjut usia, menjadi 1 kasus dari 2–3 orang.

Para periset di Pennsylvania State College of Medicine membuktikan risiko dua kali lipat bagi orang-orang yang terbiasa tidur kurang dari enam jam setiap malam. Riset yang melibatkan 1.344 orang itu menyimpulkan, pengidap penyakit jantung dua kali lebih besar mengalami kematian bila jangka waktu tidur mereka kurang dari enam jam setiap malam.

Riset lain di Spanyol melibatkan 3.974 pegawai bank menunjukkan, tidur kurang dari 6 jam semalam berpotensi lebih besar terserang kardiovaskular daripada mereka yang tidur 7–8 jam.

Untuk mengatasi gangguan tidur, Anda bisa mengonsumsi seduhan biji pala. Selain aromanya yang harum, biji pala juga kaya khasiat. Biji pohon Myristica fragrans itu mengandung miristisin dan macelignan yang terbukti memproteksi sel-sel saraf di otak.

Pala mencegah penurunan fungsi daya pikir. Selain itu, pala mengandung kalium yang berfungsi melemaskan pembuluh darah. Dampaknya, memperbaiki sirkulasi dan kesehatan jantung.

Ibarat sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Dengan mengonsumsi secangkir seduhan pala, banyak khasiat didapat. Biji buah anggota famili Myristicaceae itu juga mengandung kalium hingga 350 mg.

Menurut dr. Soeklola, Sp.KJ, MSi., dokter spesialis kedokteran jiwa di Rumah Sakit Grha Kedoya, Jakarta Barat, senyawa itu berfungsi merelaksasi otot sehingga memperbaiki kualitas tidur.

Meski demikian, dr. Soeklola menyarankan agar mengonsumsi seduhan pala secukupnya, tidak lebih dari 30 gram per hari. Konsumsi berlebih menimbulkan gejala muntah, sakit kepala, dan halusinasi. Ibu hamil dan menyusui terlarang mengonsumsi buah pala.

Dapur menyimpan banyak rempah yang mujarab mengatasi gangguan tidur. Selain pala, ada rimpang jahe yang mengandung gingerol. Perannya sebagai pelemas otot. Peran itu bermanfaat memperlancar peredaran darah.

Rimpang Zingiber officinale itu juga mengikat reseptor serotonin di otak yang berfungsi meredakan kecemasan. Jurnal Complementary Therapies in Medicine menulis hasil riset, mengonsumsi jahe mengurangi waktu penderita insomnia untuk tertidur.

Pilihan lain berupa kulit kayu manis yang juga tersimpan di dapur. Kayu manis mampu meregulasi kadar gula darah di dalam otak. Kulit batang beraroma harum itu memperbaiki sirkulasi darah.

Itulah sebabnya, orang yang mengonsumsinya merasa nyaman dan rileks. Jadi, kayu manis bisa dijadikan sebagai ramuan untuk memperbaiki kualitas tidur. Supaya lebih efektif, kombinasikan kayu manis dengan minuman lain. Misalnya dengan teh kamomil, rebusan pisang, bubur, atau diseduh bersama pala.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img