Bart van der Elsken menyulap flora tropis menjadi beragam rangkaian nan manis.

Puluhan pasang mata terpesona menyaksikan kepiawaian Bart van der Elsken di atas panggung. Perangkai bunga dari Belanda itu sangat cekatan membentuk rangkaian-rangkaian nan elok. Ia memamerkan hasil karyanya itu dalam acara bergengsi yang digelar oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (DPP IPBI). Bart memperagakan beragam teknik merangkai bunga seperti lipat, tempel, dan ikat.
Acara di gedung Pusat Desain Jakarta pada 28 September 2016 itu bertema perspektif baru janur. Jika dalam kesehariannya Bart bergelut dengan flora subtropis, kali ini ia menyulap flora tropis menjadi rangkaian komersial. Hasilnya rangkaian apik sebagai dekorasi meja, dekorasi ruangan, dan kado. Perangkai bunga senior itu memang bertangan dingin.
Tampil beda
Bart van der Elsken luwes bermain bersama ratusan lembar janur. Ia bahkan hanya membutuhkan waktu singkat untuk menciptakan sebuah rangkaian, cukup 20 menit. Pantas saja, bila Bart mampu menyelesaikan hingga 10 rangkaian selama dua jam. Salah satu rangkaian Bart yang menyita perhatian bersosok menyerupai bunga alium, tetapi bertangkai janur. Bart memilih vas bening berbentuk persegi sebagai wadah rangkaian. Ukurannya kecil, hanya 10 cm x 10 cm.

Perangkai yang tergabung dalam PUM Netherlands Senior Expert itu mengisi vas dengan floral foam berlapis daun. Selanjutnya ia melipat daun kelapa Cocos nucifera membentuk simpul-simpul sederhana yang akan dijadikan tangkai. Agar tangkai terkesan tidak membosankan, ia melilitkan kawat ungu secara tak beraturan. “Janur yang diubah menjadi beragam bentuk dan gaya mampu meningkatkan nilai jual,” ujar Bart.
Langkah berikutnya Bart menancapkan bunga alium berwarna ungu pada ujung tangkai. Sebagai pemanis rangkaian, ia menambahkan bunga lili berwarna merah muda. Uniknya, bunga kerabat bakung itu tidak dibiarkan mekar. Bart justru mengikatnya menggunakan kawat artifisial sehingga kelopak bunga menelungkup. Ia sengaja memberikan ikatan itu agar aroma wangi bunga berkurang.
Maklum, tidak semua orang menyukai wangi bunga yang berlebihan. Tahap terakhir, ia menyematkan hidrangea berwarna ungu. Sebagai seorang perangkai bunga profesional, Bart kerap melakukan sesuatu yang berbeda. Ia memperagakan cara membuat rangkaian nyentrik berbahan janur yang cocok sebagai kado pada hari kasih sayang alias Valentine maupun peringatakan hari pernikahan.

Menurut Bart selama ini masyarakat hanya menggunakan buket mawar yang terkesan monoton untuk memperingati Valentine. Itu sebabnya Bart memberikan ide segar kepada peserta agar memberikan rangkaian yang berbeda. Ia menuturkan jumlah tangkai mawar yang digunakan menyesuaikan kebutuhan. Misalnya saja jika ingin memberikan untuk hadiah ulang tahun pernikahan yang keempat, gunakan empat tangkai mawar.
Bart juga membentuk sedemikian rupa helaian janur menjadi bentuk-bentuk unik. Ia lantas memadukannya dengan mawar putih, daun kordilin hijau, dan asparagus. Meski hanya terdiri atas dua gabungan warna—putih dan hijau—rangkaian Bart tetap terlihat cantik. Menurut Bart janur berpotensi mendunia. Sayang sekali jika masih ada yang menganggap janur itu tradisional.
Ia membuktikan janur bisa menjelma menjadi rangkaian istimewa dengan ilmu merangkai bunga. Lihat saja kreasi janur ala Bart yang terdiri atas perpaduan helikonia, lili merah, dan janur. Bart menyematkan janur ke batang helikonia. Teknik itu membuat janur memanjang sehingga menciptakan dimensi pada rangkaian itu. “Bentuk rangkaian yang tinggi cocok ditempatkan di sudut ruangan,” ujarnya.
Unggul
Ketua DPP IPBI, Andy Djati Utomo SSn AIFD CFD, menuturkan bahwa perangkai bunga Indonesia harus melangkah lebih maju dengan membuat rangkaian janur yang bernilai seni tinggi. Apalagi janur merupakan kekayaan alam lokal yang unggul. “Perangkai bisa mengeksploitasi daun menjadi beragam bentuk sesuai selera,” ujar Andy. Selain itu janur memiliki tulang daun alias lidi yang bisa dimanfaatkan sebagai materi rangkaian.

Dalam kesempatan itu, perangkai bunga Indonesia juga unjuk kebolehan merangkai janur. Beberapa di antaranya Sindhunata Setiadharma A.Md.Par MDFD, Ineke Turangan CFD AIFD, Wendy Mandik AIFD CFD, Lily H. Sutanto BSc (hons), dan Lucia Raras. Rangkaian janur perangkai tanahair itu tak kalah istimewa. Lihat saja eksotisme dalam rangkaian Lily H Sutanto dan Lucia Raras.

Lily menempelkan daun kelapa berwarna hijau itu sehingga melekuk membentuk belah ketupat. Warna hijau janur ia kombinasikan dengan warna merah dan putih. Merah dari biji saga, sedangkan putih diperoleh dari bunga anggrek. Sementara Raras menyulap janur menjadi dekorasi meja yang istimewa. Raras melipat janur membentuk belalang, mengeringkan selama 7 hari lalu mewarnainya dengan warna emas. Ia lalu menyematkan krisan putih pada rangkaian. “Persentase janur 70%, sisanya bunga 30%,” kata Raras.

Herliana S. Wiharsa, AIFD,CFD dan Lusy Wahyudi mewakili Ikebana Ikenobo Indonesia juga mempersembahkan rangkaian janur nan menawan. Sehari sebelumnya di lokasi yang sama berlangsung pula acara bertema Dutch Commercial Floral Design. Panitia mendapuk Bart selaku pembicara utama. Dalam kesempatan itu Bart menyuguhkan 24 rangkaian komersial yang begitu istimewa. (Desi Sayyidati Rahimah)
