HDL melarutkan asam lemak jenuh rantai panjang sehingga terhindar dari penumpukan lemak pada dinding pembuluh darah. Itulah biang keladi hipertensi, jantung koroner, dan stroke. Adil Fadilah Bukini dari Jurusan Farmasi FMIPA Universitas Padjadjaran memberikan fraksi etil asetat netral basa daun jati belanda Gauzuma ulmifolia pada tikus jantan galur wistar. Hasilnya, terjadi penurunan kadar LDL, kolesterol jahat, dan menaikkan kadar kolesterol plasma.***
Seledri Gempur Asam Urat
Nyeri amat sangat di persendian tulang hingga tubuh tak berdaya. Itulah nestapa penderita asam urat bila sakit menyerang. Padahal, penawarnya ada di dapur. Hasil penelitian dr Setiawan Dalimartha, anggota Sentra Pengembangan dan Penerapan Pengobatan Tradisional (SP3T) di Jakarta menunjukkan, infus daun seledri dengan kadar 10% sebanyak 5 ml/kg bobot tubuh menurunkan kadar asam urat darah kera. Itu dibandingkan dengan Probenecid 20 mg/kg bb pada 3, 4, 5, dan 6 jam pemberian. Menurut Drs Sudjaswadi Wiryowidagdo, mantan kepala Sub Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Depkes RI, seledri Apium graveolens mengandung flavonoid, saponin, tanin 1%, minyak atsiri 0,033%,flavoglukosida, apigenin, kolin, lipase, asparagines, zat pahit, serta vitamin A, B, dan C.***
