Friday, August 19, 2022

Kamera Bakteri

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Demikian hasil penelitian Chris Voigt dan rekan-rekan dari University of California, di San Fransisco, Amerika Serikat. Bakteri E. coli yang normalnya tidak membutuhkan cahaya untuk melakukan proses biologis menjadi pilihan. Kamera hidup itu memanfaatkan cahaya untuk mengaktifkan gen pada bakteri yang sudah mengalami perubahan genetik untuk merekam gambar. Sekali merekam dibutuhkan waktu 4 jam. Namun, itu sepadan dengan kualitas foto yang dihasilkan. Inovasi Chris Voigt itu bakal menjadi cikal-bakal industri nano-factory.***

Awas Alergi Ercis Transgenik!

Beralasan jika selama ini banyak pihak yang menentang pengembangan produk transgenik. CSIRO – sebuah organisasi riset di Australia – meneliti keamanan ercis Pisum sativum transgenik untuk pangan. Kacang kapri rentan serangan kumbang penggerek Bruchus pisorum perusak polong. Makanya ke dalam ercis “disusupkan” α-amylase inhibitor-1, protein penghambat α-amylase – enzim yang digunakan kumbang penggerek agar mampu mengunyah tepung polong. Jadilah ercis transgenik yang resisten serangan B. pisorum.

Namun, penelitian CSIRO pada tikus percobaan menunjukkan konsumsi ercis transgenik itu menyebabkan elergi pada paruparu dan kulit menjadi hipersensitif. Efek sama terjadi pada konsumsi kacang polong segar maupun olah. Makanya Paul Foster dari Australian National University seperti dikutip newscientist.com menyarankan untuk meneliti aspek keamanan pangan setiap produk transgenik.***

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img