Trubus.id-Pada Mei 2025, Ardi Koswara mendapatkan informasi ada petani di luar petani mitra yang ingin menjual tanaman katuk kering. Setelah terjadi kesepakatan, tanaman katuk kering asal Medan, Provinsi Sumatera Utara, itu pun meluncur ke PT Sari Katuk Indonesia (SKI) di Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat.
PT SKI merupakan perusahaan pemasok tanaman katuk kering dan tepung katuk untuk industri farmasi, makanan (food), dan pakan (feed). Perusahaan itu bekerja sama dengan Asosiasi Petani Katuk Indonesia (APKI) yang membina petani di berbagai daerah di tanah air untuk menanam dan mengolah katuk.
Siapa sangka 800 kilogram (kg) tanaman katuk kering yang tiba di PT SKI bukanlah produk yang diinginkan oleh Ardi. Ia mengatakan bahwa produk yang dikirim itu merupakan sejenis katuk, tetapi bukan yang PT SKI biasa olah.
“Kita tetap beli untuk membantu dan ternyata rugi besar sekitar Rp30 juta,” kata direktur utama PT SKI itu. Menurut Ardi ada 11 jenis katuk di Indonesia, tetapi hanya empat jenis yang PT SKI pakai karena kandungan bahan aktifnya lebih tinggi daripada yang lain.
Kemungkinan tanaman katuk kering dari Medan itu salah satu tujuh jenis yang tidak dipakai PT SKI. Ardi hanya menerima empat jenis katuk yaitu kebo jumbo, zanzibar, bastar, dan paris.
Keempat jenis itulah yang lazimnya menghuni kebun katuk anggota APKI seperti Poniran. Ia menanam 50.000 bibit gabungan empat jenis katuk itu di kebun seluas 0,5 ha.
“Di kebun saya 60% katuk kebo jumbo,” kata petani katuk di Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, Provinsi Sumatera Utara, itu. Poniran lebih memilih kebo jumbo karena berproduksi tinggi mencapai 10—50 ton katuk segar per hektare (ha).
Ia mengatakan bahwa daun dan batang kebo jumbo lebih besar dibandingkan dengan tiga jenis lainnya. “Daun kebo jumbo empat kali lebih besar daripada daun katuk yang lain,” kata petani katuk sejak 2024 itu.
Poniran berencana menjadikan kebunnya berisi 70% kebo jumbo. Tidak heran ia lebih banyak memproduksi bibit kebo jumbo untuk perluasan lahan pribadi dan kebun petani mitra.
Bahkan jika jumlah bibit memadai, tidak menutup kemungkinan Poniran menanam kebo jumbo semua di lahan.
