Saturday, August 13, 2022

Kale Sayuran Termahal

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Kale harga mahal, tapi berkhasiat melancarkan pencernaan dan membuat awet muda.
Kale harga mahal, tapi berkhasiat melancarkan pencernaan dan membuat awet muda.

Tiga sayuran eksklusif baru. Kale yang termahal.

Sosok Samei Soewono tampak lebih muda daripada usianya. Perempuan 47 tahun itu rutin mengonsumsi jus kale setiap pagi. Guru yoga itu mengombinasikan kale dengan nanas dan jeruk lemon. “Kulit lebih lembap dan kencang sehingga awet muda. Selain itu pencernaan juga bagus, peredaran darah lancar, dan stamina pascayoga tetap fit,” ujar instruktur yoga di Kota Malang, Jawa Timur, itu.

Semula Samei hanya terbatas mengonsumsi kale, 25 g per hari. Harap mafhum, harga sayuran kerabat kol itu relatif mahal, yakni Rp100.000 per
100 g. Itu karena kale masih impor. Sejak dua bulan terakhir Samei tak perlu merogoh kocek terlalu dalam untuk menikmati kale. Hanya dengan Rp80.000—Rp100.000 ia memperoleh sekilogram kale. Sepuluh kali lipat lebih murah.

Imam Ghozali (bertopi) membudidayakan kale secara organik.
Imam Ghozali (bertopi) membudidayakan kale secara organik.

Sayuran eksklusif
Samei yang menganjurkan muridnya untuk mengonsumsi kale itu mengatakan, “Sekarang saya jadi bisa lebih banyak mengonsumsi kale. Sekarang minimal 100 g setiap hari.” Menurut pemilik kebun organik di Surabaya, Jawa Timur, Indawati Kusuma, konsumen kale adalah orang-orang yang sangat menghargai kesehatan. “Meski harga agak mahal dibanding sayuran lain, mereka tetap menyukainya,” ujar perempuan yang pernah menjadi juru masak di Los Angeles, Amerika Serikat, itu.

Selain dalam bentuk segar, Indawati menjual kale dalam bentuk jus dan tepung. Di pasaran terdapat beberapa jenis kale. Petani di Desa Bumiaji, Kecamatan Bumiaji, Kotamadya Batu, Jawa Timur, Imam Ghazali dan Rakhmad Hardiyanto, memasok 4 jenis Brassica oleracea acephala yaitu red rusian, dwarf curly, nero, dan siberian. “Benih didatangkan dari Inggris dan Kanada,” ujar Imam Ghazali.

Kepala sekolah SMKN 2 Batu itu memanen 15—20 kg kale setiap 2 hari. Ia menjual sayuran anggota famili Brassicaceae itu ke pasar swalayan di Surabaya dan Bali. “Kami baru bisa memenuhi 30% permintaan pasar,” ujar Rakhmad Hardiyanto. Harga red russian paling tinggi, yakni Rp110.000 per kg, sementara jenis lain rata-rata Rp100.000 per kg. Selain kale, sayuran eksklusif baru lainnya adalah kapri manis hasil budidaya Ardi Seno.

Labu eksklusif butternut squash kerap diolah menjadi masakan barat.
Labu eksklusif butternut squash kerap diolah menjadi masakan barat.

Petani di Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, itu menanam kapri hibrida asal Thailand. Ardi menanam sayuran polong itu sejak 2013. Menurut Ardi yang beberapa kali mencicipi kapri itu lebih manis ketimbang kapri biasa. Ia belum pernah mengukur tingkat kemanisan kapri berbunga putih itu. Sementara bunga kapri yang banyak ditanam di tanahair berwarna kuning.

Menurut Ardi kapri manis siap panen pada umur 45 hari setelah tanam. Panen berikutnya berjarak 10 hari hingga tanaman berumur 85 hari. “Sebetulnya tanaman ini bisa menghasilkan hingga umur 85 hari setelah tanam. Namun, jika dipanen terlalu lama, rasa manisnya akan berkurang dan terasa sedikit pahit pada polongnya,” ujarnya. Ardi memasarkan polong kapri itu ke pasar swalayan, Rp30.000—Rp40.000 per kg. Bandingkan dengan harga kapri biasanya yang hanya Rp20.000–Rp25.000 per kg.

Rudi menggunakan jaring sebagai ajir tanaman kapri manis.
Rudi menggunakan jaring sebagai ajir tanaman kapri manis.

Labu mentega
Sayuran eksklusif baru butternut squash. Labu hibrida itu berkadar glukosa rendah, yakni hanya sekitar 45% dari total kandungan nutrisi buah sehingga aman untuk para penderita diabetes mellitus atau diabetesi. “Namun, rasa labu tetap manis karena mengandung gula sederhana jenis lainnya,” katanya. Daging buah tanaman yang kerap disebut raja labu itu berwarna jingga yang menandakan betakaroten sangat tinggi.

Di mancanegara butternut squash dikenal sebagai labu musim panas. Itu karena di daerah subtropis labu itu hanya bisa ditanam pada musim panas. “Di Indonesia butternut dapat ditanam kapan saja, tidak kenal musim,” katanya. Rasa butternut squash juga khas dibandingkan labu lainnya. Menurut Ardi risotto—sup khas Italia—hanya bisa menggunakan butternut.

Harga kapri manis 2 kali kapri biasa.
Harga kapri manis 2 kali kapri biasa.

Ardi membudidayakan butternut squash varietas hannah. Bobot buah varietas itu rata-rata hanya 1,9 kilogram. Bobot itu jauh lebih mungil dibandingkan dengan jenis labu yang banyak tumbuh di tanahair seperti labu parang yang bobotnya mencapai lebih dari 4 kg per buah. “Ukuran buah yang terlalu besar justru lebih susah menjualnya,” tuturnya. Ardi sengaja membidik pasar sayuran eksklusif karena memperoleh harga tinggi.

Menurut penyelia di pasar swalayan Papaya—menjajakan khusus produk Jepang di Jakarta Selatan, Suharyono, harga sayuran ekslusif lebih mahal karena kelangkaannya. “Bisa jadi karena masih sedikit yang menanam atau belum ada sama sekali di tingkat lokal,” katanya. Pendapat serupa juga disampaikan Ir Nurjaya SE MM dari PT Tunas Agro Persada, produsen benih.

Suharyono menuturkan meski berharga lebih tinggi, sayuran eksklusif memiliki pasar tersendiri, terutama warga negara asing yang menetap di Indonesia. “Pasar sayuran eksklusif masih terbatas, biasanya hotel, restoran, dan kafe,” kata Nurjaya. Suharyono mengatakan adanya label organik dapat menambah daya tarik bagi konsumen. (Bondan Setyawan & Muhamad Fajar Ramadhan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img