Monday, January 26, 2026

Kaum Muda Minum Herba

Rekomendasi
- Advertisement -

Menyajikan herba dengan peranti modern seperti french press, V60, dan rokpresso.

Trubus — Sebuah tabung kaca berisi cairan kuning menguarkan aroma segar khas kunyit. Perempuan bercelemek tengah menyiapkan kunyit asam tubruk. Ia menuangkan air panas dalam gelas kaca berisi serbuk kunyit dan daging buah asam. Perlahan air berubah warna kekuningan bersamaan dengan terangkatnya serbuk rimpang Curcuma longa. “Tunggu 3 menit hingga serbuknya mengendap, lalu tekan tuas untuk menyaring,” kata perempuan itu.

Pengunjung bisa memilih bahan jamu single origin khas daerah tertentu. (Dok. Trubus)

Ia menyajikan kunyit asam tubruk dengan french press persis membuat kopi. Selintas kafe ini terlihat seperti lazimnya kedai kopi modern. Berbagai alat pengolah biji kopi berjajar rapi. Sebut saja V60, french press, dan rokpresso―pembuat espresso manual. Jangan heran ketika melihat isi stoples kaca. Isinya bukan kopi, melainkan serbuk herba. Itulah panorama Kafe Acaraki di Kota Tua, Jakarta Barat.

Khas daerah

Kafe Acaraki menawarkan jamu yang disajikan layaknya biji kopi Coffea sp. Tak ada lagi citra mbok jamu berkebaya motif kembang menggendong botol-botol jamu. Alat penyajian pun serbacanggih dan higienis. Benar-benar berbeda dari kesan jamu tradisional. Kunyit asam dan beras kencur menjadi sajian utama kafe yang berdiri pada 2018 itu. Kafe itu memang mengincar anak muda sebagai segmen pasar.

Manajer Kafe Acaraki, Johan Sihombing, menuturkan, ”Jony Yuwono prihatin industri jamu kurang berkembang. Salah satu sebab adalah mandeknya regenerasi pelaku jamu.” Jony meriset jamu dengan target pasar anak muda sejak 2014. Ia mantap membuka kafe jamu empat tahun kemudian. Penyajian jamu juga mengadopsi istilah single origin pada kopi. Istilah itu mengacu pada penyajian kopi dengan bahan baku dari satu wilayah saja.

Acaraki membuat kunyit asam tubruk dengan french press. (Dok. Trubus)

Misalnya kunyit asam, konsumen bisa memilih kunyit Cinagara, Kabupaten Bogor atau Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Khusus untuk asam, kini baru ada asam asal Surakarta, Jawa Tengah. Adapun beras kencur ada beras asal Lampung, beras Adan Krayan, Kalimantan Utara, dan beras merah Jatiluwih, Bali. Adapun kencur bisa pilih dari Wonogiri, Lampung, atau Majalengka.

Setiap daerah memiliki aroma dan rasa berbeda, Pengunjung bisa memilih sesuai selera. Petani panen rempah sekali setahun. Mereka mengirimnya langsung ke pabrik di Kaupaten Bekasi, Jawa Barat, untuk pengeringan. Penyusutan mencapai 90% lantaran kadar air rimpang cenderung tinggi. Peracik jamu menghaluskan bahan kering dengan grinder kopi. Sajian utama beras kencur dan kunyit asam. Ada pula jamu cabai puyang dan paitan.

Kepekatan berbeda

Rokpresso menghasilkan jamu paling pekat. (Dok. Trubus)

Kafe yang berada di area wisata Kota Tua Jakarta itu menyajikan minuman herba dengan gaya orisinal dan fusion. Acaraki menyajikan jamu orisinal dalam tiga level kepekatan, yakni ringan, semenjana, dan pekat. Pengunjung bisa menikmati semua jamu orisinal versi dingin atau panas. Pertama-tama acaraki—sebutan bagi peracik jamu— menyeduh jamu. Lalu, ia menyaring seduhan dengan tiga alat berbeda bergantung kepekatan.

Peranti V60 menghasilkan jamu level ringan, french press untuk level semenjana, dan pembuat espresso manual untuk yang paling pekat. Cukup tambahkan bongkahan es jika ingin tersaji dingin. “Satu jenis biji kopi bisa menghasilkan cita rasa dan aroma berbeda lantaran alat membuatnya. Itulah mengapa kami coba pakai alat membuat kopi untuk jamu,” kata Johan.

Jamu fusion perpaduan jamu orisinal dan susu, krimer, atau soda. Adapun Saranti perpaduan beras kencur, susu, dan krimer. Rigalize dari beras kencur dan soda. Golden sparkling dari kunyit asam dan soda. Semua jenis fusion disajikan dingin. Pengunjung yang mayoritas anak muda menggandrungi jamu fusion. Menu terbaru berupa Berkesan, campuran beras kencur, santan, dan nira kelapa.

Tiga tahun terakhir kafe modern yang menyajikan minuman herba memang kian banyak. Selain Acaraki, ada Sentra Jamu Indonesia (SJI) yang resmi buka pada Agustus 2016. Restoran itu bekerja sama dengan produsen jamu Sido Muncul. Adapun jamu khas SJI di antaranya beras kencur, beras kencur, kunyit asam, jawa jahe wangi, dan sujawa susu jahe wangi.

Sentra Jamu Indonesia menyajikan es krim tolak angin. (Dok. Trubus)

Ada pula jamu pegel linu dan tolak angin. Uniknya terdapat menu paduan jamu dengan teh, kopi, cokelat, bahkan es krim. Sebut saja teh tolak linu, kopi vanila mint, cokelat tolak angin, dan es krim tolak angin. “Jamu pegel linu rasanya asam manis dan hangat di badan. Es krim tolak angin rasanya benar seperti minum tolak angin. Cocok untuk anak-anak,” ujar Daniel, salah satu pengunjung dari Jakarta Selatan.

Selain jamu, pengunjung dapat memesan kuliner khas Jawa Tengah. Sebut saja lodeh ikan bawal, pindang kudus komplet, dan asem-asem kisi kembang. Desain restoran bergaya tradisional Jawa dengan ornamen ukiran dan kayu. Kafe-kafe modern itu berupaya turut melestarikan budaya konsumsi herba untuk menjaga kesehatan. (Sinta Herian Pawestri)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img