Saturday, April 13, 2024

Kenali Autistik Sejak Dini

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Pada setiap tanggal 2 April diperingati sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Autistik termasuk gangguan perkembangan otak, sistem saraf, bahkan keduanya sekaligus. Gangguan itu menyebabkan perkembangan anak cenderung salah arah.

Jika lazimnya perkembangan energi anak mendorongnya untuk mulai bicara, pada anak autistik justru meningkatkan kegelisahan yang ia alami. Efeknya ia memiliki energi lebih untuk berperilaku sangat aktif.

Kegelisahan berlebih itu membuat anak autistik sulit fokus terhadap satu hal. Gangguan autistik terbagi 2: kurang kemampuan memperhatikan (attention deficit disorder, ADD) dan kurang kemampuan memperhatikan sekaligus perilaku berlebih (attention deficit and hyperactivity disorder, ADHD).

Gejala autistik biasanya tampak sejak anak berumur kurang dari 3 tahun. Tandatandanya antara lain gangguan interaksi, keterlambatan kemampuan komunikasi atau penguasaan kata, maupun perilaku berulang.

“Meski orangtua bisa mengenali gejala itu, tetapi sebaiknya perlu penegasan dokter atau psikolog anak,” kata Debora Ratna Andriyani STh dari Yayasan Autisma Indonesia sekaligus terapis di Sekolah Kasih Mama—sekolah anak berkebutuhan khusus di Depok, Jawa Barat.

Menurut Ratna, dengan perlakuan dan asupan makanan yang tepat, anak autistik bisa tumbuh menjadi anak normal. Beberapa anak bahkan mempunyai kemampuan tinggi melebihi sebayanya, misalkan mampu memainkan alat musik dan membaca partitur not balok di usia sangat muda. Anak lain mampu memimpin atau mendamaikan teman-temannya yang berselisih.

Namun waktu dan tingkat kesulitan terapi tergantung kompleksitas gangguan perkembangan yang ia alami.  Penanganan anak berkebutuhan khusus sebaiknya dimulai pada usia 2—4 tahun “Usia itu merupakan masa keemasan karena sel-sel otak anak berkembang pesat,” kata Ratna.

Ratna mewanti-wanti orangtua anak berkebutuhan khusus untuk mencegah anak mengalami tekanan berlebih. Hal itu bisa memicu stres yang berpotensi membuat autisme kembali “kumat”.

Kuncinya sederhana: orangtua mesti menjalin komunikasi intensif dengan anak dan memastikan sang buah hati senantiasa merasa nyaman. Pada konsumsi tetap diperhatikan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img