Tuesday, April 28, 2026

Kendala Berbisnis Avokad

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Avokad (alpukat) berpotensi untuk dikembangkan pada 2023. Menurut Manajer Pengembangan Bisnis PT Laris Manis Utama, Vendy Tri Suseno, S.T.P., permintaan buah avokad melonjak signifikan seiring kesadaran kesehatan yang meningkat.

Meskipun begitu, terdapat kendala pada bisnis avokad. Vendy mengatakan bahwa permasalahan bisnis avokad ada pada rantai distribusi. Menurut Vendy buah tropis akan cepat rusak setelah panen. Sering terjadi tingkat kerusakan yang tinggi pada saat pengiriman.

“Bukan karena terbanting, tetapi buah kita rata-rata klimakterik,” kata alumnus Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada itu.

Hal senada juga diungkapkan Adi Indra Permana yang menjual 400—800 kg avokad mentega per bulan. Adi mengelola toko daring Kojama Shop yang berkantor di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.

Adi mengatakan distribusi menjadi kendala berbisnis avokad. Ia pernah mendapat keluhan konsumen karena buah busuk setelah tiba di kota tujuan. Itu dialaminya saat pengiriman ke kota-kota di Sumatra, Sulawesi, dan Papua. Durasi perjalanan selama 4—5 hari.

Oleh karena itu, kini Adi membuat surat perjanjian yang menyatakan barang dikirim dalam kondisi baik. Jika terdapat kerusakan karena produk yang gampang busuk, ditanggung oleh konsumen.


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This