Friday, May 22, 2026

Teknologi RAS Hemat Air untuk Budidaya Sidat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Budidaya sidat intensif membutuhkan pasokan air melimpah dan berkualitas baik agar pertumbuhan ikan optimal. Namun, kebutuhan air dalam jumlah besar kerap menjadi kendala, terutama di wilayah dengan sumber air terbatas. Untuk mengatasi persoalan itu, pembudidaya sidat mulai menerapkan recirculating aquaculture system (RAS) atau sistem resirkulasi air.

Wisnu Nugroho menerapkan teknologi itu pada budidaya sidat miliknya di Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Ia memelihara 5.000 bibit sidat fase elver di 10 kolam fiberglass berukuran 200 cm x 150 cm x 80 cm. Masing-masing kolam diisi 500 ekor bibit berbobot 10 gram per ekor hingga mencapai ukuran konsumsi 250 gram per ekor.

Menurut Wisnu, sistem RAS membuat air kolam terus digunakan kembali setelah melewati proses penyaringan. Sistem itu menyaring, membersihkan, lalu mengalirkan kembali air ke kolam sehingga menciptakan sirkulasi yang efisien dan hemat sumber daya.

Teknologi itu dinilai mampu menekan penggunaan air secara signifikan. Menurut Yulius Kisworo dalam jurnal TALENTA Conference Series: Agricultural & Natural Resources (ANR) Volume 6 Issue 2 Tahun 2025, sistem RAS mampu menghemat penggunaan air hingga 90% dibandingkan sistem budidaya konvensional.

Selain hemat air, kualitas air dalam kolam juga lebih stabil sehingga risiko serangan penyakit dapat ditekan. Produktivitas budidaya pun meningkat karena padat tebar ikan lebih tinggi dibandingkan budidaya biasa. Sistem itu juga lebih ramah lingkungan karena limbah budidaya dapat dikendalikan lebih baik.

Dalam penerapannya, Wisnu memasang aerator sebagai pemasok oksigen di kolam budidaya. Ia juga menggunakan pompa untuk mengalirkan air bersih sekaligus membantu menambah oksigen terlarut di dalam air. Air kotor dari sisa pakan dan kotoran sidat kemudian dialirkan menuju filter melalui saluran overflow.

Untuk penyaringan mekanis, Wisnu menggunakan rotary drum filter (RDF) sehingga proses filtrasi berlangsung otomatis. Setelah itu, air masuk ke filter biologis yang menjadi tempat hidup bakteri pengurai sebelum akhirnya disterilisasi menggunakan sinar ultraviolet (UV). Air yang sudah bersih kemudian dialirkan kembali ke kolam budidaya.

Menurut Wisnu, siklus air harus berjalan selama 24 jam nonstop agar kualitas air tetap terjaga. Meski membutuhkan investasi awal cukup besar, teknologi RAS dinilai mampu meningkatkan efisiensi budidaya sidat dalam jangka panjang.


Artikel Terbaru

Modal Besar, Untung Menarik dari Budidaya Sidat Sistem RAS

Trubus.id-Budidaya sidat dengan sistem recirculating aquaculture system (RAS) memang membutuhkan modal besar pada tahap awal. Namun, keuntungan yang diperoleh...

More Articles Like This