Thursday, May 14, 2026

Teknologi Mikrob Intensif Tekan Penggunaan Pestisida pada Cabai

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Penggunaan pestisida pada budidaya cabai masih tergolong tinggi karena tanaman itu rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Dekan Fakultas Pertanian IPB, Prof Suryo Wiyono, menyebut cabai memiliki sekitar 20 jenis hama dan penyakit sehingga penyemprotan pestisida dapat dilakukan hingga 20—30 kali dalam satu musim tanam.

“Komponen biaya produksi untuk pestisida mencapai sekitar 15% dari total biaya produksi,” ujar Suryo.

Untuk mengatasi persoalan itu, ia bersama tim mengembangkan teknologi mikrob intensif guna mengendalikan hama dan penyakit cabai secara lebih ramah lingkungan.

Gunakan Enam Jenis Mikrob

Teknologi itu memanfaatkan enam jenis mikrob yakni Trichoderma harzianum, Pseudomonas fluorescens, Bacillus polymixa-PGPR, Lecanicillium lecanii, Cercospora nicotinae H5, dan Rhodotorula minuta.

Aplikasi mikrob dibagi menjadi tiga kelompok. Pertama, perlakuan benih dan media tanam menggunakan trichoderma strain khusus. Kedua, aplikasi bakteri dan trichoderma pada lubang tanam. Ketiga, penyemprotan tanaman cabai secara rutin seminggu sekali.

Penyemprotan dilakukan sejak sebelum tanam hingga tanaman berumur 30 hari setelah tanam dengan dosis 60 cc per tangki berkapasitas 16 liter.

Menurut Suryo, penggunaan mikrob intensif membuat petani tidak perlu menggunakan pestisida lagi.

Produktivitas Naik, Penyakit Menurun

Teknologi mikrob intensif telah diuji di enam daerah yakni Kabupaten Gowa, Garut, Pandeglang, Tegal, Bantul, dan Kediri. Hasil uji lapang menunjukkan teknologi itu mampu mengurangi busuk batang hingga 50% serta menekan penyakit akibat virus sebesar 30%—50%.

“Dengan keampuhan itu, produktivitas meningkat 27% dan biaya produksi menurun 15%,” kata Suryo.

Saat ini tim peneliti bekerja sama dengan Direktorat Perlindungan Hortikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, untuk memperluas penerapan teknologi tersebut kepada petani cabai di Indonesia.

Suryo berharap teknologi itu dapat meningkatkan produktivitas cabai sekaligus mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia.


Artikel Terbaru

Omzet Ratusan Juta dari Panen Durian Lokal

Trubus.id - Ketua Kelompok Tani dan Pokdarwis Kampung Durian Rancamaya di Bogor Selatan, Arifin membagikan kisah luar biasa tentang...

More Articles Like This