Trubus.id—Konsumsi cokelat pekat atau dark chocolate secara rutin baik untuk pengidap hipertensi. Efek penenang biji buah (Theobroma cacao) bersumber dari senyawa aktif theobromine.
Theobromine merupakan senyawa kelompok alkaloid pada tanaman kakao dan produk olahannya. Senyawa aktif itu bersifat vasodilator atau pembesar pembuluh darah dan bronkodilator alias pelebar permukaan bronkus dan bronkiolus pada paru-paru.
Peran lain theobromine sebagai stimulator jantung dan diuretik atau mempercepat pembentukan urine. Biji buah anggota famili Sterculiaceae juga mengandung epikatekin, senyawa flavonoid yang bersifat antioksidan.
Perannya antara lain sebagai diuretik. Khasiat epikatekin mampu menghalangi bakteri dan virus yang menempel di dinding sel. Akibatnya bakteri dan virus tercegah merusak dinding sel.
Selain itu epikatekin juga bereaksi dengan racun yang diproduksi bakteri berbahaya dan logam berat sehingga dapat meneteralisir kadar racun dalam tubuh manusia. Menurut dokter sekaligus herbalis di Kota Depok, Jawa Barat, dr. Erna Cipta Fahmi menuturkan, faedah besar itu lebih optimal jika kita mengonsumsi camilan berupa biji kakao sangrai atau kering.
Biji kakao kering mengandung senyawa-senyawa aktif yang lebih lengkap karena minim pengolahan. Adapun bubuk cokelat atau cokelat batangan kehilangan banyak minyak cokelat atau mentega cokelat dalam proses pengolahannya. Padahal cocoa butter kaya asam palmitat, stearat, dan asam oleat yang baik untuk kesehatan jantung.
Kita dapat mengonsumsi biji kakao kering seperti camilan kacang. Cara lain membuat jadi serbuk dengan grinder, mirip mengolah biji kopi. Serbuk cokelat itu siap seduh. Dosisnya cukup 1—3 biji per sekali makan.
Rasanya memang tidak enak karena agak pahit. Oleh karena itu, penikmat cokelat dapat menambahkan madu atau gula alami seperti stevia, gula aren, atau gula kelapa murni. Pilihan mengonsumsi cokelat batang dan cokelat bubuk siap minum masih dikategorikan sehat bila bahan-bahan yang digunakan minim tambahan dan pengolahan.
