Sunday, May 19, 2024

Khasiat Jamur Ningrat

Rekomendasi
- Advertisement -
Kordiseps hasil budidaya di Jakarta Utara.
Kordiseps hasil budidaya di Jakarta Utara.

Jamur kordiseps memperbaiki kerusakan hati.

Dua tahun tinggal di Jakarta menjadi masa sulit bagi Amy Chang. Lahir dan besar di Taiwan yang tertib dan sejuk, ia harus berurusan dengan udara tropis yang gerah. Ia menjadi mudah lelah dan bobotnya terus menyusut. Amy berusaha memperbaiki kondisinya dengan memperbaiki pola makan dan banyak beristirahat. Namun, upaya itu sia-sia, tubuhnya tetap mudah lunglai.

Penyebabnya terkuak ketika Amy memeriksakan ke dokter. Ahli medis itu mendiagnosisnya mengidap hipertiroid. Itu kondisi ketika tubuh memproduksi terlalu banyak hormon tiroid. Mestinya hormon yang dihasilkan oleh kelenjar di bagian depan leher tepat di bawah jakun itu berfungsi mengatur metabolisme tubuh, fungsi jantung, pencernaan, kontrol otot, perkembangan otak, dan pemeliharaan tulang.

Amy Chan sembuh karena konsumsi kordiseps.
Amy Chan sembuh karena konsumsi kordiseps.

13 tahun
Jika produksi hormon berlebih, efeknya seperti yang dirasakan Amy Chang. Dokter lantas memberikan obat untuk memperbaiki kesehatannya. Namun, sampai 13 tahun berobat, tidak ada kemajuan yang ia rasakan. Perempuan kelahiran 1955 itu tetap kurus, lemas, dan mudah lelah. Akhirnya pada 2000 ia memutuskan berobat ke tanah kelahirannya, Taiwan. Hasilnya mengejutkan. Sang dokter mendiagnosis ia menderita kerusakan hati dan ginjal akibat konsumsi jangka panjang obat-obatan.

Menurut Dr dr Arijanto Jonosewojo, SpPD.FINASIM, kepala poli obat tradisional Rumahsakit dr Sutomo Surabaya, konsumsi obat dalam jangka panjang pasti akan berdampak buruk terhadap organ tubuh terutama hati yang merupakan organ vital yang berfungsi menetralkan racun. “Pada dasarnya, obat adalah racun, bila dikonsumsi dalam jangka panjang maka akan memaksa hati untuk bekerja keras menetralkan racun setiap saat sehingga pada akhirnya mengalami kerusakan,” kata Arijanto.

Kerusakan hati yang disebabkan oleh keracunan obat disebut hepatitis reaktif. Pengobatan untuk hepatitis ini dengan menggunakan hepatoprotektor. Dokter di Taiwan lantas merekomendasikan Amy menjalani kemoterapi dengan penyinaran isotop iodine-131. Pada 2000, setiap 3 bulan Amy mesti ke Taiwan untuk menjalani kemoterapi. Setiap usai terapi, selama 3 hari ia tidak bisa mengunjungi pusat perbelanjaan ataupun bandara.

Musababnya ibu 2 anak itu selalu mengaktifkan detektor logam akibat kehadiran isotop iodin dalam darahnya. Selain kemoterapi, Amy juga memperoleh obat untuk memulihkan levernya yang terkena hepatitis. Harapan kesembuhan mulai tampak saat itu. Menurut Arijanto semula iodine-131 atau yodium radioaktif berfungsi sebagai terapi kanker tiroid. Perkembangan teknologi menjadikan pemanfaatan isotop itu meluas untuk memulihkan hipertiroid seperti yang diidap Amy.

Kordiseps dapat langsung diseduh untuk diambil khasiatnya.
Kordiseps dapat langsung diseduh untuk diambil khasiatnya.

Kondisi membaik
Setelah beberapa kali menjalani kemoterapi, dokter menyatakan Amy terbebas dari hipertiroid. Namun, tiga tahun berikutnya, importir suku cadang elektronik itu harus mengonsumsi berbagai obat untuk memperbaiki hati dan ginjalnya. Sayang, harapan kesembuhan masih jauh. Wajah Amy membengkak, kulit menghitam, dan mata menguning. Ia kerap kepayahan menjalani aktivitas harian. “Naik ke lantai 2 rumah saja ngos-ngosan,” katanya.

Pada 2003, ketika mengecek kesehatan di Taiwan, Amy bertemu seorang teman. Sang teman menyarankan ia mengonsumsi jamur kordiseps. Namun, Amy tidak serta-merta menuruti saran itu. Sang teman sampai membelikan sebotol serbuk kordiseps untuknya. Sekembalinya di Indonesia, Amy mulai menimbang-nimbang. Ia berpikir, daripada makan banyak obat sehari, lebih baik mengonsumsi 2 sendok takar berisi 1 g kordiseps setiap pagi dan malam.

Akhirnya dia nekat menghentikan konsumsi obat dokter dan beralih mengonsumsi kordiseps. Setelah dua pekan mengonsumsi kordiseps, tubuh Amy sering gemetar sehingga ia ragu meneruskan konsumsi. Namun, sang teman malah menyarankan ia memeriksakan kondisi, yang hasilnya mencengangkan. Fungsi kerja organ dalamnya membaik dibandingkan tiga tahun mengonsumsi obat dokter.

Untuk meyakinkan diri, ia kembali ke Taiwan untuk mengecek kondisi kesehatanya. Di sana ia terbukti mendekati kesembuhan sehingga meneruskan konsumsi kordiseps. Kordiseps adalah jamur parasit asal Tibet yang tumbuh di larva ngengat dalam tanah. Pada musim panas, spora jamur keluarga Cordycipitaceae itu menginfeksi larva dan membentuk miselium. Saat musim dingin, miselium membentuk badan buah dan memproduksi spora yang lantas mencari “korban” baru.

 Frisca Sucianto dari Mucho Herb Biotech Company Indonesia.
Frisca Sucianto dari Mucho Herb Biotech Company Indonesia.

Konsumsi ningrat
Menurut Frisca Sucianto dari Mucho Herb Biotech Company Indonesia, produsen kordiseps di Jakarta Utara, banyak spesies kordiseps di alam, tetapi hanya beberapa yang berkhasiat obat. Salah satunya jenis Cordyseps militaris. Pada masa kekuasaan Dinasti Qing pada 1644—1912, hanya dokter kekaisaran yang boleh memanen kordiseps. Itu pun untuk konsumsi kaum ningrat, yaitu kaisar dan pembesar kekaisaran.

Kini jamur berbentuk lidah api berwarna jingga itu banyak dikembangkan di laboratorium dengan media yang sangat beragam, tidak harus larva ngengat dalam tanah. Menurut Frisca, kordiseps memiliki banyak zat bermanfaat, antara lain kordisepsin, polisakarida kordiseps, asam kordiseps, adenosin, dan superoksida dismutase. “Di antara itu semua, khasiat kordisepsin dan polisakarida kordiseps paling kuat,” ujar Frisca.

Keduanya berkhasiat imunomodulator, antioksidan, antikanker, antikolesterol, dan detoksifikasi. Itu sebabnya kordiseps dapat membantu Amy dalam memperbaiki kondisi kerusakan hati. Meskipun kondisinya saat ini sangat sehat, Amy tetap mengonsumsi 1 g serbuk kordiseps setiap pagi untuk menjaga stamina. Jika hendak beraktivitas tinggi, dia mengonsumsi 2 gram pada pagi hari. Dengan konsumsi kordiseps, Amy tetap lincah mengurus bisnis keluarga pada usia 60 tahun. (Muhammad Awaluddin)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img