Inspirasi rangkaian bunga dengan untaian kawat.

Trubus — Bando itu terbentuk dari jalinan kawat berwarna ungu berbentuk kumparan yang saling menyatu. Agnes Arifin menyelipkan sekuntum wax flower Chamelaucium uncinatum berwarna putih dan sedikit bunga caspea ungu muda Limonium latifolium di atas bando. Aksesori rambut itu tampil elok. Kehadiran bebungaan membuat performa perangkai bunga di Jakarta Utara itu kian menarik.
Ia menyempurnakan penampilan dengan menyematkan korsase di dada dan buket bunga di tangan. Keduanya terbuat dari kawat berwarna senada dengan bando. Korsase nan artistik itu berhiaskan bunga caspea dan craspedia hijau Craspedia globosa. Sementara buket bunganya berisikan Lunaria sp kering. dan bebungaan segar berupa wax flower, caspea, dan craspedia.
Payung terbalik

Agnes juga membuat rangkaian bunga penghias meja dari rangka kawat yang berbentuk payung terbalik. “Rangka ini akan dihias dengan beragam bunga dan aksesori lain,” ujarnya. Usai menggarap rangka payung terbalik, Agnes lantas mengikatkan kawat lain berbentuk daun mapel berwarna ungu di atas rangka. Agar lebih atraktif ia menempelkan potongan kayu berukuran kecil di beberapa titik dan uang kertas Rp10.000 berbentuk bunga sebagai aksen.
Agnes menuturkan pemanfaatan lembaran kawat dalam seni merangkai bunga mampu menciptakan bentuk rangkaian yang memikat.Selain Agnes, seniwati lain yang memamerkan karyanya pada acara itu Jessica Permata dan Sisilia Iin, keduanya perangkai dari Jakarta Utara. Jessica mempersembahkan rangkaian untuk memeriahkan pernikahan. Rangkaian karya Jessica itu berornamen indah berupa paduan vas kaca dan untaian kawat berwarna ungu. Jessica menyusun aneka flora segar seperti mawar, hortensia, baby’s breath, asparagus bintang, dan silver dust. Ia juga menambahkan bunga craspedia dan lunaria kering.

Sementara Iin menghadirkan rangkaian pemanis meja untuk menyemarakkan Natal. Iin, sapaannya, menyusun sedemikian rangka dari floral foam yang dibentuk kerucut mirip pohon cemara. Ia lantas menyelimuti bentuk kerucut itu dengan daun kordilin. Selanjutnya Iin meliukkan kawat di tubuh kerucut. Ia meletakkan bunga-bunga seperti babys breath, krisan, mawar, dan hiperikum. “Keberadaan kawat membuat rangkaian tampak lebih hidup,” kata Iin.
Makin istimewa

Para seniwati itu memamerkan rangkaian karyanya dalam demo merangkai bunga yang diselenggarakan oleh Klub Pencinta Bunga Plumeria. Dalam acara bertajuk The Art of Flower Wiring itu menghadirkan aneka rangkaian bunga dengan struktur maupun ornamen yang terbuat dari lembaran kawat. Ketua Plumeria, Lilia Veronica, menuturkan bagi perangkai pemakaian kawat untuk membuat struktur menuntut kreativitas.
Lilia Veronica menuturkan, “Perangkai bisa menjalin maupun mengatur lembaran kawat menjadi bentuk maupun struktur unik sesuai keinginan.“ Menurut Lilia kalangan perangkai bunga mulai menggemari teknik pengawatan pada rangkaian. Teknik itu tengah tren. Kehadairan untaian kawat dengan aneka bentuk dan rupa membuat rangkaian tampak elegan. (Andari Titisari)
