Monday, May 4, 2026

Kiat Tabulampot Alpukat Berbuah Lebat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Meski pada musim tertentu ulat kerap menyerang daun alpukat Persea americana sehingga pohon gundul tanpa daun, anggapan itu tak menyurutkan Agus Joko Susilo mengepotkan alpukat.

Pekebun di Kediri, Jawa Timur, itu mengamati tak semua alpukat mengundang ulat. “Ada varietas tertentu yang tak disukai oleh ulat,” kata lulusan Sekolah Teknik Menengah bagian listrik itu. Sebut saja alpukat kelud, markus, aligator, has, dan miki.

Menurut ahli buah di Kota Bogor, Jawa Barat, Dr. Mohamad Reza Tirtawinata, M.S. dalam sebuah spesies tanaman sering kali ditemui varietas yang kurang disukai hama dan penyakit tertentu.

“Pemuliaan tanaman seperti seleksi atau penyilangan banyak yang mencari varietas tahan terhadap organisme pengganggu tanaman,” kata doktor Pertanian alumnus Institut Pertanian Bogor itu.

Namun, untuk alpukat belum ada bukti ilmiah. Alpukat miki misalnya di Depok, Jawa Barat, memang tingkat serangan ulat hanya sedikit. Pekebun di sana mengambil kesimpulan miki tidak disukai ulat.

“Tetapi besar kemungkinan karena populasi miki sedikit,” kata Reza.

Sebaliknya, menurut Reza, pada penanaman luas seperti 10 ha di Bogor, Jawa Barat, banyak miki yang terserang ulat hingga gundul. Oleh karena itu, perlu pengujian lebih lanjut dengan menanam beragam jenis alpukat dalam jumlah besar untuk membuktikan.

Berbekal hasil pengamatannya itu Agus mengepotkan ribuan alpukat di kebunnya di Kediri berketinggian 100 meter di atas permukaan laut (dpl).

Agar alpukat tabulampotnya mudah berbuah, Agus menanam hanya alpukat yang sebelumnya terbukti dapat berbuah di dataran rendah. “Secara umum ada alpukat dataran tinggi dan dataran rendah. Jadi, varietas yang saya pilih syaratnya 2, yakni adaptif di dataran rendah dan tak disukai ulat,” kata Agus.

Ia memilih alpukat kelud, aligator, markus, has, dan miki. Di tangan Agus alpukat dapat belajar berbuah ketika berumur setahun pascaokulasi. Kuncinya tanaman harus sehat.

“Pastikan media tanam subur sehingga pertumbuhan bongsor sehingga dapat diatur untuk berbuah,” kata Agus.

Ia menggunakan media tanam berupa tanah lapisan atas atau top soil asal kebun bambu, arang sekam mentah, dan pupuk kandang kotoran kambing yang telah dihancurkan dengan perbandingan 3:2:1.

Tanah lapisan atas asal kebun bambu memang subur serta kaya mikroorganisme yang menguntungkan. Demikian pula kotoran kambing menjadi pupuk organik. Sementara sekam membuat media porous sehingga media tetap kaya oksigen. Pastikan pula di dasar pot—berdiameter 50 cm—diberi stereofoam atau pecahan genting agar air siraman tidak tergenang.

“Biasanya tanaman disiram sehari sekali dengan irigasi tetes selama sejam,” kata Agus.

Menurut Agus magori atau produksi perdana hanya menghasilkan 2—3 buah per tanaman. Bobot mencapai lebih dari 500 gram per buah. Agus mengatakan, rasa daging buah sama persis dengan alpukat hasil budidaya konvensional atau nontabulampot.

Menurut Agus seiring dengan penambahan umur tanaman, produksi bakal bertambah. Tanaman berumur 5 tahun pada pot 80 cm, misalnya, dapat menghasilkan 6—7 buah. Ia sengaja menanam alpukat dalam jumlah banyak agar kebun dapat berfungsi ganda sebagai area agrowisata dan ruang pamer.

Menurutnya tidak ada cara khusus untuk membuahkan tabulampot alpukat bebas ulat. “Prinsipnya tanaman diberi cekaman tertentu sehingga terangsang berbuah,” katanya.

Agus merangsang alpukat berbuah dengan stres air. Caranya selama 2 bulan tanaman yang sehat dengan ciri tajuk lebat di pot dihentikan penyiramannya. Alpukat hanya disiram ketika daun terlihat hampir layu. Pada bulan berikutnya alpukat terpicu berbunga.

Penangkar bibit tanaman biuah di Kota Depok, Jawa Barat, Eddy Soesanto, mengacungkan jempol terhadap cara Agus menanam tabulampot alpukat. “Kunci yang dilakukannya sederhana. Hanya memilih alpukat dataran rendah yang tidak disukai ulat, tetapi kunci itu banyak orang yang belum tahu,” kata Eddy.

Menurut Eddy pehobi yang ingin mengikuti jejak Agus mesti jeli memilih varietas tahan ulat.Musababnya saat ini karakteristik alpukat yang beredar di pasaran baru terbatas menggambarkan keunggulan kualitas buah, tetapi belum secara khusus menggambarkannya pada ketahanannya terhadap hama dan penyakit. 


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This