Saturday, April 20, 2024

Kiat Kendalikan Kanker Batang pada Buah Naga

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Penyakit utama buah utama meliputi busuk batang, bercak batang, dan bintik batang. Busuk batang akibat serangan cendawan dan bakteri, bercak batang atau antraknos karena serangan cendawan Colletotrichum gloeosporioide. Ketiga jenis penyakit utama itu menyerang secara bersama-sama pada satu tanaman.

Dari ketiga penyakit itu yang paling berbahaya dan sangat sulit dikendalikan ialah penyakit bintik batang. Dra. Jumjunidang M.Si., dan Ir. Irwan Muas, M. P., dari Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Buah Tropika menjelaskanpenyakit kanker batang itu juga disebut sebagai penyakit kudis atau karat.

Penyakit itu bersifat tular tanah sehingga sangat mudah menyebar dan berkembang. Patogen penyebab penyakit kanker batang umumnya menyerang tunas muda dan buah. Gejala awal terlihat bercak bulat kecil berwarna putih dan cekung, seperti ada tusukan halus di tengah bercak.

Bercak itu semula muncul di tunas muda dan mengarah ke pangkal. Jika serangan sangat parah, bercak kecil muncul sangat banyak. Bercak kemudian menyatu dengan warna kuning sampai cokelat.

Permukaan batang pun menjadi kasar seperti kudis. Tubuh sukulen itu berwarna hitam dan keras. Akibatnya tunas mengering, kemudian mati. Dari isolasi yang dilakukan terhadap sampel yang bergejala kanker menunjukkan 99% kesamaan dengan Neoscytalidium dimidiatum (JX524168) asal buah naga yang terserang penyakit kanker batang.

Pengendalian kanker batang dengan penyemprotan fungisida. Salah satu fungisida yang disarankan ialah bubur bordo (BB). Petani dapat membuat bubur bordo berbahan terusi, kapur, dan air dengan perbandingan 1:1:100 b/b/v.

Tumbuk terusi dan kapur sampai halus, supaya mudah larut dalam air. Setelah itu campurkan bahan dalam air, aduk sampai larut, lalu saring. Tambahkan perekat dan perata, lalu semprotkan ke seluruh bagian tanaman.

Selain itu petani buah naga juga dapat memanfaatkan pestisida hayati untuk mengendalikan kanker batang. Gunakan minyak serehwangi Cymbopogon nardus dengan konsentrasi 2 mli per liter air dan semprotkan ke tanaman. Petani juga itu dapat mencampur minyak serehwangi dengan bubur bordo.

Kontrol Kanker Batang

  1. Gunakan bibit sehat. Pada cabang tua penyakit akan bersifat laten. Namun, jika tunas muda muncul, patogen akan segera menginfeksi.
  2. Hindari menggunakan lahan dan tiang beton bekas tanaman terserang, karena patogen bertahan pada sisa tanaman dan akar udara.
  3. Lakukan pemantauan kebun buah naga secara teratur. Kenali gejala awal serangan penyakit kanker batang.
  4. Jika menemukan gejala awal serangan berupa bintik putih pada tunas muda, lakukan eradikasi: buang/pangkas bagian yang bergejala, kubur atau bakar pangkasan itu.
  5. Semprotkan fungisida kimia/ botani.Gunakan fungisida secara bergantian (sistemik, kontak, botani).
  6.  Lakukan budidaya tanaman sehat; sanitasi lahan, air dan pupuk secara berimbang.
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berkat Trubus POC Petani di Berastagi Panen Horenso 56% Lebih Tinggi

Trubus.id— Manfaat Trubus pupuk organik cair kian dirasakan sejumlah petani. Petani di Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatra Utara,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img