Trubus.id — Soa layar Hydrosaurus amboinensis merupakan reptil asal Indonesia bagian timur. Sayangnya, reptil ini belum begitu populer sebagai hewan peliharaan. Koko Baskoro, salah satu pehobi yang jatuh hati pada sosok soa layar. Tidak hanya terpikat, Koko juga berupaya membiakkan dan membuat soa layar jinak.
Ia mendomestikasi soa layar sejak 2020. Koko memelihara sepasang soa layar berumur 3 tahun berukuran 120 cm, dari mulut hingga ujung ekor.
Saat ini, soa peliharaannya telah berukuran 150 cm. Setelah berhasil menjinakkan, ia mencoba mengawinkan soa layar, tujuannya agar tangkapan alam berkurang. Hingga kini soa layar milik Koko sudah berhasil 2 kali bertelur, masing-masing 10–20 butir. Jumlah telur bergantung pada umur dan ukuran induk.
“Membuatnya jinak serta berhasil kawin saja sudah menggembirakan,” kata pehobi soa layar di Jakarta Timur itu.
Kini ia mendatangkan sepasang soa layar sebagai indukan lain. Tujuannya, agar peluang menghasilkan telur lebih tinggi. Dengan demikian, peluang menetaskannya menjadi lebih besar.
Koko menyarankan jika pehobi reptil ingin memelihara soa layar, harus memperhatikan beberapa hal seperti kandang, tujuannya agar soa layar betah. Hindari memakai kandang iguana karena soa layar berpotensi terluka. Bibir soa layar sering terluka akibat menabrak dinding kandang dari jeruji.
Menurut Koko, kandang yang terbuat dari plastik lebih baik. Boleh menggunakan kandang dari jeruji bila berukuran sangat besar.
“Prinsipnya gunakan kandang berukuran 4 kali lipat dari badan soa layar. Panjang badan diukur dari mulut hingga ujung ekor,” kata Koko.
Kebiasaan soa layar juga berbeda dengan iguana. Soa layar tergolong kadal air meskipun sering kali ditemukan di atas pohon dan berjemur di atas bebatuan.
Soa layar juga butuh minum air yang banyak. Kebiasaan itu berbeda dengan iguana yang tak pernah minum air secara langsung. Iguana memenuhi kebutuhan air dari makanan yang banyak mengandung air. Sediakan bak air untuk minum dan berendam soa layar.
Sama seperti reptil lain, soa layar membutuhkan sinar matahari untuk berjemur. Tujuannya untuk menghangatkan badan karena reptil tergolong hewan berdarah dingin yang suhu tubuhnya mengikuti lingkungan.
Bila tidak berjemur, soa layar tidak dapat menjalankan fungsi metabolisme saat membutuhkan suhu tubuh yang hangat. Kebutuhan untuk berjemur penting, terutama saat soa layar banyak mengonsumsi protein hewani seperti jangkrik, daging ayam, atau daging ikan.
Sebaiknya, letakkan kandang di area yang memiliki tempat teduh sekaligus tempat berjemur. Dengan demikian, idealnya kandang berada di tempat yang ternaungi dan terbuka sekaligus.
Bila kandang hanya ditempatkan di tempat ternaungi tanpa pernah dijemur, soa layar kehilangan nalurinya untuk berjemur. Padahal, berjemur penting sekali agar pertumbuhan soa layar optimal. Koko menuturkan dibandingkan dengan iguana pertumbuhan soa lebih lambat. Apalagi, bila tidak pernah berjemur.
Menurut Firman Nurdiansyah, Ketua Komunitas Reptil Bandung, soa layar berpeluang untuk dijadikan klangenan. Namun, karakternya memang tidak sejinak iguana yang dapat diajak berjalan-jalan dengan pemiliknya.
Karakter soa layar mudah panik. Larinya juga cepat bila dilepas di luar kandang. Soa layar lebih cocok menjadi hewan peliharaan untuk dipamerkan di kandang. Namun, beberapa soa layar hasil penangkaran mulai menunjukkan sifat lebih jinak dibanding tangkapan alam.
