Tuesday, November 29, 2022

Kokinea Semarakkan Taman

Rekomendasi

Bunga nasional Trinidad menjadi elemen baru taman.

Bunga merah nan seronok itu membentuk trisula yang menjulang ke langit. Harap mafhum, panjang bunga itu mencapai 0,5 m. Padahal tinggi tanaman kokinea Warszewiczia coccinea  1,5 meter. Bunga elok itu tahan lama, hingga dua bulan sejak mekar pertama. Masyarakat Trinidad dan Tobago, negara di lepas pantai Amerika selatan, timur laut Venezuela, menanti-nanti 31 Agustus. Saat itulah kokinea mekar serempak sehingga tampak semarak.

Tanggal itu merupakan hari kemerdekaan negara bekas jajahan Inggris. Itulah sebabnya Trinidad dan Tobago menjadikan kokinea sebagai bunga nasional. Sebetulnya tanaman kerabat kopi itu berbunga hampir sepanjang tahun, sejak Februari—November. Namun, puncak tanaman berbunga pada Agustus. Melihat keelokan kokinea, Pramana Abdul Ghani langsung jatuh hati. Pehobi tanaman hias di Kotamadya Depok, Jawa Barat, itu melihat kokinea untuk pertama kali di sebuah ekshibisi tanaman hias di Jakarta pada 2012.

Masih mahal

Julian Duncan dari Fakultas Ilmu Alam dan Pertanian, Universitas West Indies, Trinidad dan Tobago, dalam Living World Journal of the Trinidad and Tobago Field Naturalists menyebutkan, kokinea termasuk tanaman semak  pendek dengan tinggi optimal 4—6 m. Cabang-cabangnya ramping dan mulai tumbuh sekitar 35 cm dari permukaan tanah. Chaconia tumbuh subur di daerah lembap dan dataran rendah di lereng-lereng perbukitan.

Pehobi lain di Sawangan, Kotamadya Depok, Jawa Barat, Aris Setiawan—bukan nama sebenarnya—juga mengoleksi tanaman unik itu. Aris kepincut setelah melihat kokinea berbunga rimbun di sebuah taman di Singapura pada 2002.  “Warna bunganya merah semarak dan rimbun,” ujar Aris. Sesampai di tanahair, ia memperbincangkan tanaman itu dengan sesama pecinta tanaman hias, tetapi tak ada satu pun yang memilikinya.

Baru pada 2005 Aris memesan 5 tanaman masing-masing setinggi 1 m dari penjual di Sumatera Barat. Sejak saat itu ia mulai merawat, memperbanyak, dan menjualnya. “Dari segi perawatan maupun perbanyakan hampir sama dengan tanaman hias lain, tetapi untuk perbanyakan tingkat keberhasilannya kecil,” tutur Aris yang memperbanyak tanaman itu dengan setek batang. Tingkat keberhasilan setek hanya 50—70%. Menurut Aris harga warsewiczia cukup mahal lantaran keberadaannya terbatas.

Beaumontia grandiflora beraroma mirip melati tapi lebih lembutAris yang kini menjajakan kokinea mematok harga Rp750.000 per tanaman setinggi 40 cm atau Rp1,8-juta untuk tanaman setinggi 1—1,5 meter. Sementara itu Pramana mematok harga Rp7.500.000 per tanaman setinggi 2 meter. Konsumen Aris adalah pehobi tanaman hias dari berbagai daerah seperti Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, Makassar (Sulawesi Selatan), dan Denpasar (Bali). “Mereka membelinya untuk penghias taman dan menambah koleksi,” tutur Aris.

 

Pas untuk taman

Menurut peneliti tanaman hias dari Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat,  Ir  Yoyo Sulyo, tingkat keawetan tanaman hias berpengaruh terhadap konsumen. Semakin awet bunga itu maka konsumen semakin menyukainya. Bunga kokinea yang mampu bertahan selama 60 hari sangat sesuai menjadi elemen taman. “Keawetan di atas sebulan membuat tanaman itu layak menjadi elemen taman,” kata Yoyo.

Ahli taman dari Departemen Arsitektur Lanskap, Institut Pertanian Bogor, Dr Ir Nizar Nasrullah MAgr, mengatakan bahwa keawetan tanaman elemen taman yang mampu mencapai 2 bulan cocok untuk dijadikan sebagai pusat perhatian atau eye catching, sementara warna bunganya yang merah cerah cocok dipadukan dengan warna-warna lembut seperti putih dan hijau muda.

Beaumontia multiflora berbunga banyak dalam satu tangkaiSelain kokinea, Pramana juga mengoleksi tanaman bunga lain yang tidak kalah menarik dari genus Beaumontia. Pramana mengoleksi dua spesies yaitu B. grandiflora dan B. multiflora. B. grandiflora berbunga putih dengan aroma yang menyenangkan. “Aroma bunganya seperti melati tetapi lebih lembut,” kata Pramana. Tanaman asal Afrika Selatan itu berbunga tak kenal musim. Kuntum bunganya putih lembut dengan kelopak yang bertumpuk diatas tangkai hijau yang segar.

Spesies Beaumontia lain koleksi Pramana adalah Beaumontia multiflora. Tanaman kerabat kamboja itu memiliki keunggulan berbunga lebat dibanding B. grandiflora. Jumlah kuntum mencapai 7—10 bunga per tangkai. “Daya tariknya dari aroma dan lebatnya bunga,” kata Pramana. Menurut Dr Ir Nizar Nasrullah MAgr bunga aromatik cocok diletakkan di dekat tempat sirkulasi seperti jendela atau gerbang. “Ketika tertiup angin, aroma bunganya bisa menyegarkan ruangan,” tuturnya.

Selain itu, bunga aromatik juga cocok diletakkan di peturasan atau toilet dan di dekat pembuangan sampah. “Harumnya bunga bisa mengurangi aroma tidak sedap,” tutur pengajar matakuliah Teknik Penanaman Lanskap itu. Bauhinia cocciana juga menghiasi kebun Pramana di Depok, Jawa Barat. Tanaman berkuntum cantik asal Malaysia itu berbunga sepanjang tahun. “Kita tidak perlu memberikan perlakuan apa-apa, bunganya akan terus muncul susul-menyusul,” kata Pramana.

Tertarik memiliki buga-bunga nan cantik itu, tak perlu jauh-jauh ke Trinidad dan tobago. Semuanya sudah berbunga di Indonesia. (Bondan Setyawan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img