Saturday, January 17, 2026

Kolektor dan Pembudidaya Tanaman Hias, Handry Chuhairy: Bisnis Tanaman Hias Bukan Investasi, Melainkan Trading

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Banyak yang salah paham tentang niat tujuan awal terjun di bisnis tanaman hias. Pemahaman ini menjadi penting, sebab berdampak pada keberhasilan dalam bisnis tanaman hias.

Handry Chuhairy, kolektor dan pembudidaya tanaman hias, meluruskan mengenai pemahaman atau sudut pandang seseorang yang keliru saat terjun ke dunia tanaman hias. Ia menyebut banyak orang beranggapan membeli tanaman hias mahal dan berharga selangit sebagai bagian investasi. Padahal, menurutnya, bisnis tanaman hias masuk dalam kategori trading.

Menurut Handry, saat terjun ke bisnis tanaman hias, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi terlebih dahulu. Di antaranya, pertama, dari sisi kesukaan (passion), atau tingkat kecintaan terhadap tanaman hias.

Perlu diingat, tanaman hias merupakan makhluk hidup yang perlu perawatan. Masing-masing jenis berbeda dalam hal perawatan. Oleh karena itu, penting untuk memahami karakter, performa, kebutuhan hara, kebutuhan mikro klimat dari tanaman hias itu.

“Dengan kata lain, kita harus memiliki pengetahuan tentang tanaman hias itu sendiri dan keragamannya, tanpa kecintaan, dan hanya berdasarkan cuan dijamin hanya akan menemukan kekecewaan,” jelasnya, saat menjadi narasumber talk show FLOII Convex 2022, bertema ‘Keberlanjutan Keanekaragaman Hayati Indonesia dalam Usaha Tanaman Hias’ di Hall A Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (15/10).

Kedua, fokus penempatan posisi, artinya perlu pertimbangan yang matang untuk menempatkan posisi diri. Terjun ke bisnis tanaman hias menjadi petani supplier, pembudidaya, reseller, dropshipper, atau menjadi pemulia tanaman guna menghasilkan hibrida baru yang memperkaya jenis dan keragaman tanaman hias.

Ketiga, segmentasi pasar, yakni analisis kebutuhan atau permintaan pasar. Itu nanti akan menjadi pertimbangan menentukan arah pasar dalam pemilihan media promosi tanaman hias.

Keempat, konsisten, petani tanaman hias harus memiliki sifat konsisten. Supaya keanekaragaman hayati di Indonesia dapat terjaga dengan baik, di mana tanaman asli hutan kita tidak habis dipanen (menjaga plasma nutfah).

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img