Tuesday, November 29, 2022

Kontes Ikan Hias WTC Manggadua : Tiga Jawara Sambut Tahun Baru Cina

Rekomendasi

Dukungan para pengunjung yang sebagian besar hobiis dan peternak cupang itu bak gayung bersambut. Para juri—Hermansyah, Kamil, Eddy Sudrajat, Agung Karim, Ahmad Yusuf, dan Edy Sugandi—juga sepakat serit berukuran jumbo itu terbaik di antara serit yang lain. “Serit rapi dan tidak cacat. Warna mentereng khas maskot. Tubuhnya juga bagus,” ujar Kamil. Menurut juri cupang kawakan itu jawara maskot semakin istimewa lantaran warna dan bentuk serit atas, ekor, dan bawah sempurna.

Perebutan gelar bergengsi di kelas halfmoon dan plakat tak kalah serunya. Keluar sebagai pemenang di kelas bukaan ekor 1800 itu halfmoon senior dasar gelap jagoan Jopie Samiaji asal Temanggung. Ia tampil dengan ekor yang elegan berwarna biru gelap. Sirip atas dan bawah panjang tanpa robek sedikit pun. “Halfmoon itu mendekati sempurna. Mulai dari kepala, tubuh, ekor, dan sirip tampil cemerlang,” kata Kamil. Ia berhasil menysihkan pesaing berat dari kategori halfmoon senior warna kombinasi, bebas, warna dasar, dan warna dasar terang.

Di kelas plakat, dominasi Ricky Senjaya tak terpatahkan. Setelah berhasil menggebuk 23 plakat warna bebas asal Jakarta, Bandung, Medan, Batang, dan Bali di kelas sendiri, ia menantang para jawara plakat warna dasar, kombinasi, dan warna terang. Berbekal percaya diri dan mental juara, ia tampil memukau di hadapan juri. “Ia agresif. Tubuh dan bukaan ekor bagus,” kata Hermansyah. Tak ayal, para pesaing hanya gigit jari menyaksikan penghuni akuarium nomor 04 itu memegang tropi kemenangan.

Kontes maskoki

Tak hanya kontes cupang, adu bagus-bagusan maskoki dan lou han juga diselenggarakan. Di kontes maskoki, ryukin jumbo berhasil menjadi best of the best dari 196 peserta yang bertanding. Jagoan Ferdinandes asal Jakarta itu mampu menghipnotis 3 juri—Kris Widjaja, Fatono Wiredja, dan Patrick Tan Kee Beng—untuk menyematkan gelar terbaik. “Ikan sempurna. Ia memiliki struktur tubuh dan warna yang bagus. Ekor dan sirip pun tidak cacat,” ujar Patrick, juri internasional asal Malaysia. Menurutnya penghuni akuarium nomor 215 itu memiliki gaya renang yang cantik sehingga first impression memancar.

Perjuangan ryukin jumbo meraih posisi tertinggi terbilang terjal. Pasalnya, rival “abadi” kampiun jumbo ranchu dan oranda tampil dengan performa terbaik. Berbekal pengalaman bertanding dan mental juara, jumbo ranchu juga layak menjadi terbaik. Tampil dengan ekor dan sirip yang aduhai ia mampu memikat mata juri. “Penampilannya penuh wibawa. Sirip dan ekor juga seimbang dan bagus. Ia favorit juara,” ujar Kris Widjaja, juri kontes. Sayang, warna dan gaya renang yang tidak maksimal membuat penghuni akuarium nomor 10 itu terjungkal.

Walaupun bertaraf regional, kontes lou han juga mampu menarik animo hobiis dari luar Jakarta. Buktinya dari total 127 peserta tercatat mania lou han yang berasal dari Makassar, Solo, Bandung, Balikpapan, dan Cilegon. “Kontes ini sebagai pemanasan untuk liga Alfamart 2006,” ujar Phangramlie, juri kontes.

Pertarungan memperebutkan gelar terbaik di kelas kemalau tetap menjadi perhatian mania lou han. Maklum, kelas itu dicap sebagai eksekutif lantaran gudangnya grand champion. Kemalau kebanggaan Heru D, Jakarta berhasil menyabet posisi terhormat. “Mutiaranya rata dan berkilau. Nongnong besar dan gradasi warna juga oke,” ujar Phangramlie.

Ia berhasil mendepak rival terberatnya, penghuni akuarium KML 130. Berasal dari pemilik yang sama, kemalau andalan Heru D asal Jakarta itu hampir menjegal sang jawara. Pasalnya ia juga memiliki mutiara dan ukuran kepala yang top. “Ikan itu juga bagus. Hanya warna agak kontras,” kata Phangramlie. Tak pelak, ia pun harus puas di posisi kedua. Tepat pukul 17.00 suara gendang yang bertalu-talu, gemerincing tamborin, dan tarian 3 barongsai seakan menyambut kemenangan para jawara cupang, maskoki, dan lou han menuju gerbang Tahun Baru Cina. Gong Xi Fa Cai… (Rahmansyah Dermawan)

Previous articleUlar Palsu
Next articleBatu Luruh Karena Laurat?
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mencetak Petani Milenial, untuk Mengimbangi Perkembangan Pertanian Modern

Trubus.id — Perkembangan pertanian modern di Indonesia harus diimbangi dengan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni. Dalam hal ini...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img