Trubus.id – Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTUHPT) Baturraden mulai memantapkan langkah menuju sistem peternakan sapi perah organik.
Dalam kerja sama strategis dengan Pemerintah Denmark, BBPTUHPT resmi membuka pelatihan Training of Trainers (ToT) bertema Organic Dairy Farm, Rabu, 7 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Strategic Sector Cooperation (SSC) Indonesia–Denmark tahap kedua.
“Sejak Desember 2023, kami telah melakukan berbagai langkah, mulai dari penyiapan padang penggembalaan, lahan hijauan pakan organik, hingga manajemen kesehatan hewan, dengan pendampingan dari para ahli Denmark dan akademisi dalam negeri,” kata Kepala BBPTUHPT Baturraden, Dani Kusworo.
BBPTUHPT tengah merampungkan konversi lahan hijauan seluas lima hektare dan padang penggembalaan seluas 4,23 hektare. Langkah ini bertujuan menciptakan pusat pembibitan sapi perah organik serta menghasilkan susu dengan nilai tambah lebih tinggi.
Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Harry Suhada, menyebut program ini sebagai upaya strategis dalam menjajaki potensi produksi susu organik di Indonesia.
“Pasar susu organik terus tumbuh. Kami mendukung penguatan infrastruktur dan SDM agar peternakan Indonesia bisa menyediakan pangan sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” katanya.
Kementerian Pertanian menargetkan BBPTUHPT Baturraden menjadi model nasional peternakan sapi perah organik. Lokasi ini juga diharapkan menjadi pusat replikasi program Market Driven Organic Dairy Production (MDOD) ke berbagai wilayah.
Dengan kandungan gizi lebih tinggi, kaya omega-3 dan antioksidan, serta minim residu kimia, susu organik dinilai mampu menjawab permintaan pasar akan pangan sehat dan berkualitas tinggi.
Foto:Ditjen PKH
