Monday, January 26, 2026

Landak Marak Rumah Walet

Rekomendasi
- Advertisement -

Seri Walet 240

Di Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, ramai rumah walet di area perkantoran.

Rumah walet di belakang sebuah kantor pemerintahan.
Rumah walet di belakang sebuah kantor pemerintahan.

Matahari perlahan rebah ke peraduan pertanda malam menjelang. Bagi para karyawan yang berkantor di Jalan Pangeran Affandi Rani, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, itu pertanda waktunya pulang. Begitu juga bagi burung walet Collocalia fuciphaga. Pada petang saatnya mereka kembali ke sarang selepas berburu makanan. Langit di kawasan perkantoran itu penuh dengan walet yang berterbangan. Mereka berebut hinggap di salah satu rumah walet yang berjarak 5 m di belakang area perkantoran.

Di area perkantoran di ibukota Kabupaten Landak itu mudah sekali menjumpai rumah walet. Di belakang deretan gedung-gedung kantor tampak bangunan rumah walet yang tinggi menjulang. Suara tweeter untuk memanggil burung si liur emas pun terdengar lantang dari jarak 20 meter. Hanya berjarak 30 m dari rumah walet yang Trubus jumpai, ada lagi rumah walet. Lokasinya di samping sebuah kantor dinas Kabupaten Landak. Rumah walet juga terlihat di belakang sebuah gedung pertemuan sebuah kantor dinas lain.

Sudah biasa

Jejeran rumah walet di tengah padatnya pemukiman penduduk di tepi Sungai Landak, Kalimantan Barat.
Jejeran rumah walet di tengah padatnya pemukiman penduduk di tepi Sungai Landak, Kalimantan Barat.

Dari balai pertemuan di dekat rumah walet, suara cericit burung walet dari tweeter begitu lantang bersahutan. Lantangnya suara tweeter dari rumah walet di kawasan itu ternyata dianggap biasa oleh para karyawan yang berkantor di sana. Salah seorang karyawan, Rosi Daniarti, menuturkan tidak terganggu dengan suara tweeter dari rumah walet. “Lama-lama menjadi biasa,” ungkapnya.

Di berbagai ruas jalan di Kota Intan—julukan Ngabang sebagai ibukota Kabupaten Landak—rumah walet juga mudah dijumpai di area pemukiman dan pertokoan. Deretan rumah walet juga tampak di kawasan tepian Sungai Landak yang padat penduduk. Namun, lantunan suara walet dari tweeter justru hanya lamat-lamat terdengar. Harap mafhum, para pemilik rumah walet mengecilkan volume suara tweeter karena khawatir mengganggu kenyamanan pemilik rumah walet, pengunjung toko, dan warga sekitar. Sebab, lokasi rumah walet di tengah pemukiman padat penduduk dan pertokoan.

Kehadiran rumah walet baru masih hadir di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.
Kehadiran rumah walet baru masih hadir di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Di sana rumah walet biasanya berbagi ruang dengan sang pemilik. Ada juga rumah toko yang memanfaatkan lantai dua bangunan untuk walet bersarang. Begitu juga sebuah rumah tinggal yang mengubah lantai atas menjadi rumah walet. Ada pula yang membangun rumah walet, tapi bertaut dinding dengan rumah tinggal pemilik.

Rumah walet berdinding seng.
Rumah walet berdinding seng.

Menurut warga setempat, Rudi Widodo, pemilik rumah walet biasanya membangun rumah walet di dekat rumah tinggal atau toko. Tujuannya agar keamanannya lebih terjamin dan memudahkan perawatan. “Jika membangun rumah walet jauh dari tempat tinggal atau keramaian takut terganggu keamanannya,” tuturnya. Rudi menuturkan di sana mulai marak rumah walet sejak 6—7 tahun silam.

Alasan keamanan, rumah walet bertaut dinding dengan rumah utama.
Alasan keamanan, rumah walet bertaut dinding dengan rumah utama.

Seng
Di kawasan itu para pemilik rumah walet membangun rumah walet dengan berbagai bahan baku. Di sana ada rumah walet tiga lantai yang terbuat dari beton sehingga tampak berdiri kokoh. Pemandangan itu sangat kontras dengan kondisi rumah tinggal di sekitarnya yang sebagian besar berbahan kayu. Namun, di sana banyak juga rumah walet yang menggunakan seng bergelombang sebagai bahan dinding rumah walet. Menurut Rudi bahan dinding berupa seng bergelombang lebih terjangkau. “Jika menggunakan dinding beton atau kayu biayanya sangat mahal. Mereka mencari bahan lain yang lebih efisien seperti seng,” katanya.

Toko bagian bawah, rumah walet bagian atas.
Toko bagian bawah, rumah walet bagian atas.

Menurut Rudi saat ini jumlah rumah walet di Ngabang terus bertambah. Itu karena kawasan tersebut dekat dengan Sungai Landak dan di sekitarnya terdapat hamparan kebun sawit. Kondisi lingkungan seperti itu membuat pakan si liur emas melimpah. Kini tidak hanya intan yang tertambang di Ngabang, tapi juga sarang dari burung si liur emas. (Faiz Yajri, Kontributor Trubus di Jakarta)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img