Jacko menjadi yang terbaik pada kontes serama di Bandung, Jawa Barat.
Trubus — Langkah Jacko selama 3 menit memukau juri. Ia menarik kepala ke belakang, berjalan membusungkan dada sambil memamerkan keindahan bulu. Selama lomba ia mampu berlenggak-lenggok stabil tanpa memperlihatkan penurunan stamina. Pada akhir laga, ke-5 juri sepakat mengganjar Jacko sebagai best of the best. Serama asal Siak, Provinsi Riau, itu pun menjuarai perhelatan Bandung Serama Team (BST) Cup III.

Koordinator juri BST Cup III, Eka Andry Dewawiyana menjelaskan, tampilan Jacko sangat bagus sehingga layak memboyong trofi gelar tertinggi. Pemilik Jacko, Agustian menjelaskan, ayam serama berumur 8 bulan itu berasal dari indukan betina miliknya yang berkualitas tinggi. Ia merawat intensif Jacko kecil dengan memberikan asupan protein cukup dan seimbang. Setiap hari ia memberikan 20 jangkrik, voer, dan nasi merah.
Tahunan
Menurut Agus, ”Jangkrik mempertahankan kestabilan stamina.” Ia juga mensyaratkan perawatan yang baik dengan menjaga kebersihan kandang dan menjemur 1—2 hari sekali. Juri dari Jakarta, Karjono, menjelaskan Jacko merupakan ayam berkualitas bagus, stamina terjaga, gaya konsisten, aktif, dan tidak bermain-main saat berlaga. Selain Jacko, Rockerito, juga tampil maksimal. Serama milik Iwan Muswandaru menjadi yang terbaik di kelas anakan dan berhak atas gelar best of chick.

Pehobi dari Yogyakarta itu menuturkan, untuk mendapatkan bibit unggul perlu perhitungan dan perkawinan dari indukan yang bagus. Selain secara garis genetis, perawatan serama juga penting. Pekan pertama pascatetas, Iwan memanfaatkan lampu sebagai penghangat anakan. Selain itu ia memberikan voer halus sebagai pakan dan daun kelor untuk daya tahan tubuh. Ketika ayam berumur 2 pekan, ia memberikan ulat hongkong sebagai pakan tambahan.
Karjono semula menjagokan ayam lain, tapi di pertengahan laga staminanya tidak stabil. Sudah begitu ekornya turun sehingga mengurangi banyak nilai. “Serama milik Iwan tampil lebih stabil, ekornya tetap naik jadi dia lebih layak menjadi pemenang,” kata Karjono. Secara umum, dalam perhelatan kali itu Karjono menilai kualitas serama yang mengikuti kontes sangat bagus. Sayang, jumlah peserta lebih sedikit daripada kontes-kontes sebelumnya.

BST cup merupakan perhelatan rutin tahunan yang diselenggarakan Bandung Serama Team. Menurut ketua penyelenggara BST Cup III, Erik Abira, penyelenggaraan acara itu untuk menyosialisasikan ayam serama pada masyarakat, dan menjadi ajang kompetisi para peternak ayam serama untuk mencari ayam serama terbaik di kelasnya. Kontes itu dikuti 300 peserta yang terbagi dalam 16 kelas reguler ditambah 2 kelas best of the best dan best of chick.
Sosialisasi
Kontes itu menekankan tema kesenian dan kecantikan, yaitu seni membentuk ayam agar mempunyai bentuk yang bagus, dan juga seni memelihara ayam serama agar memiliki badan yang sehat, bulu mengkilat, dan rapi. Menurut Andry kontes yang diselenggarakan di Miko Mall, Kota Bandung, pada 6 Agustus 2017 itu cukup baik. Mal yang tidak terlalu dingin dan sirkulasi udara terbuka membuat serama tampil maksimal.

“Serama tidak kuat suhu dingin,” kata Andry. Juri asal Kabupaten Jember, Jawa Timur, itu menjelaskan, kualitas serama yang berlaga di kontes juga sudah sangat bagus bahkan hampir setingkat dengan Asean. Terbukti dengan hadirnya peserta yang berasal dari Malaysia, padahal kontes itu hanya bersifat nasional.
Antusias pengunjung mal pun sangat tinggi, terlihat pengunjung silih berganti menyempatkan untuk melihat ayam-ayam mini itu pamer kemolekan. Hal itu sesuai dengan tujuan penyelenggaran kontes untuk memperkenalkan serama kepada masyarakat. Dengan dikenal masyarakat maka penyilang juga akan berlomba-lomba untuk menghasilkan serama unggul, selain meningkatkan perekonomian para penyilang. (Muhammad Awaluddin)
