Trubus.id— Petani melon di Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Ali Imron menggunakan jasa lebah untuk penyerbukan. Ali menggantung log kayu di sudut atas rumah tanam berisi tanaman melon (Cucumis melo).
Log kayu yang tergantung itu berisi satu koloni lebah (Apis sp.). Di rumah tanam itu terdapat satu log sejak tanaman berumur 25 hari atau menjelang berbunga. Kelak jika bakal buah melon terbentuk, Ali mengeluarkan log itu ke rumah tanam lain yang menjelang berbunga dan seterusnya begitu.
Jadi, lebah berada di rumah tanam hanya sepekan. Lebih dari tujuh hari sumber nektar dari bunga melon mulai terbatas. Ali memastikan di atas log ada naungan karena lebah tidak senang paparan sinar matahari.
Melon berumur 27 hari setelah tanam (hst) itu berbunga sempurna dan siap diserbuki. Menurut Ali satu koloni lebah terdiri atas 10.000 ekor menyerbuki 1.400 tanaman dalam rumah tanam seluas 500 m².
Sepekan kemudian muncul rata-rata tiga atau empat bakal buah per tanaman. “Hampir semua tanaman berhasil berbuah,” kata petani berumur 45 tahun itu. Ali menyeleksi bakal buah pada hari ke-10 sejak mekar bunga. Saat itu tanaman berumur 37 hari.
Ali mempertahankan bakal buah berukuran besar, bentuk bagus atau proporsional, dan mulus. Satu tanaman hanya dipertahankan satu buah agar hasilnya maksimal, yakni berbobot 1,5—2 kg dan kemanisan minimal 13°briks.
“Jika mempertahankan lebih dari satu melon, mutu buah turun sehingga harga jual pun rendah,” kata pria berumur 45 tahun itu.
Ali menyeleksi dengan membuang buah yang berukuran tidak sempurna. Petani melon sejak 2004 itu menggunakan jasa lebah sebagai agen penyerbuk melon selama lima musim berturut-turut. Hasilnya bagus dan terjadi penyerbukan sempurna.
