Tuesday, January 27, 2026

Lembut Manis Melon Anyar

Rekomendasi
- Advertisement -
Selain berpenampilan bagus, kualitas rasa melon amaiame pun istimewa. (Dok. The Farmhill)

Amaiame dan dalmatian pendatang baru melon premium di Indonesia.

Trubus — Penampilan melon di sebuah toko buah premium di Jakarta itu memesona. Jaring di permukaan kulit melon yang rapat dan tebal memunculkan kesan mewah. Bobot pun hanya 1,5 kg. Penikmat memakannya sekali habis, tidak perlu menyimpan sisa buah dalam kulkas. Ketika dicicip, daging buah yang manis memenuhi rongga mulut. Kadar kemanisan 16o briks. Yang paling istimewa melon itu bukan buah impor, tapi hasil budidaya petani di Indonesia.

Andy Yung Yunardi (kiri) dan Kabul Pamudji serius menekuni budidaya melon-melon premium di Indonesia. (Dok. Trubus)

“Itu adalah melon amaiame,” kata pekebun melon premium di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kabul Pamudji. Ia memiliki cara menikmati melon introduksi itu. Sebelum menyantap, Kabul menyimpan amaiame di lemari pendingin selama 15 menit. Setelah itu ia mengupas kulit melon. Kabul bukan menggigit, tapi menyendok daging buah baru memasukkan ke mulut.

Pasar premium

Menurut Kabul, “Ada cairan seperti madu yang keluar dari daging buah amaiame.” Tekstur daging buah amaiame juicy dan lembut. Ia membudidayakan amaiame sejak medio 2019. Amaiame melon premium terbaru yang ditanam Kabul. Pemilik The Farmhill itu menjadi pekebun pertama di Indonesia yang menanam jenis melon itu. Sebelumnya ia juga mengembangkan melon premium lain seperti chamoe dan rangipo.

Tingkat kemanisan melon dalmatian mencapai 16o briks. (Dok. The Farmhill)

Kabul menjual amaiame kali pertama pada Desember 2019. Mayoritas konsumen melon kabul yaitu toko buah modern yang tersebar di Jakarta. Saat ini ia hanya memproduksi dua ton amaiame per pekan. Padahal, permintaan mencapai 4—5 ton per pekan. Harga amaiame di toko buah Rp60.000 per kg. Dengan kata lain satu melon berbobot 1,5 kg berharga Rp90.000. Itu harga termahal melon yang dijual di toko buah di Jakarta.

Bahkan, ia menjual 200 amaiame ke sebuah perusahaan Jepang di Indonesai seharga Rp260.000 per buah pada Januari 2020. “Orang Jepang mengatakan, melon saya lebih enak daripada jenis melon berjaring lainnya di negara asal mereka,” kata pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, itu. Kabul terpincut penampilan ciamik melon itu pada pandangan pertama. Ia juga tertarik menanam amaiame karena investasi budidayanya mahal.

Kabul harus mencari produk yang premium seperti amaiame. Ia memperoleh biji melon itu dari Manajer Pemasaran PT Koreana Seed Indonesia, Rizki Suhardianto. Menurut Rizki pembenihan amaiame dilakukan oleh penangkar di Italia. Kabul menuturkan, pemeliharaan yang maksimal memengaruhi rasa, tekstur, dan kulit melon itu. Pasar premium menerima amaiame produksi Kabul lantaran kualitas buah tinggi.

Bobot melon amaiame 1,5 kg sehingga bisa habis sekali makan. (Dok. The Farmhill)

Melon dalmatian

Kabul menanam melon di rumah tanam menggunakan teknik hidroponik. General Manager Production The Farmhill, Andy Yung Yunardi, menerapkan sistem pertanian yang baik Andy yang berpengalaman delapan tahun menekuni budidaya melon menuturkan, penanaman amaiame perdana banyak aral. Saat itu Andy belum mengetahui waktu tepat memanen melon dan pemberian nutrisi.

Akibatnya panen perdana yang menghasillkan dua ton amaiame pun sia-sia. Saat itu melon tidak bisa dimakan karena hambar. Kerugian mencapai Rp100 juta. Setelah mengevaluasi, penyebab hambar melon karena dua hal. Pertama, pemberian nutrisi tidak optimal. Kedua, waktu panen keliru. Andy memanen amaiame pada umur 70—75 hari. Padahal, idealnya panen amaiame pada umur 85 hari. Setelah aral teratasi, Andy memproduksi amaiame dengan lancar hingga sekarang.

The Farmhill membudidayakan dalmatian dan amaiame
menggunakan sistem hidroponik di dalam rumah tanam sehingga hasil panen maksimal. (Dok. The Farmhill)

Selain amaiame, melon baru Kabul lainnya yakni dalmatian. Sesuai namanya bercak hijau menyebar di permukaan kulit melon yang berwarna kuning kehijauan itu. “Itulah salah satu keunggulan dalmatian,” kata Kabul. Tidak hanya penampilan luarnya yang unik, daging buahnya pun spesial karena bertekstur lembut, juicy, dan manis (tingkat kemanisan 16o briks). Andy memanen dalmatian sekiar 60 hari setelah penanaman.

Saat ini kapasitas produksi dalmatian 2—3 ton per pekan. Jumlah itu baru memenuhi 50% permintaan yang mencapai 6 ton per pekan. Kabul mengatur semua melon yang ditanam di The Farmhill berukuran relatif kecil dari biasanya (personal size). Faktanya konsumsi melon lebih optimal (dari segi rasa dan tekstur) jika setelah dibuka langsung dihabiskan. Kini dua melon produksi The Farmhill itu menjadi primadona di toko buah di Jakarta meski berharga relatif mahal. (Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img