Tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata) dikenal sebagai tanaman yang kuat dan mudah beradaptasi di berbagai lingkungan. Di balik wujudnya yang sederhana, tanaman ini memiliki kemampuan alami luar biasa dalam menyaring udara dari racun dan polutan. Daunnya yang tebal dan berlapis lilin bukan hanya memperindah ruangan, tetapi juga berperan sebagai penyaring biologis yang aktif mengikat partikel berbahaya dari udara sekitar.
Hasil penelitian Nurjannah, Muryani, dan Suyanto (2018) dalam Jurnal Sanitasi: Kesehatan Lingkungan mengungkapkan bahwa lidah mertua mampu menurunkan kadar timbal (Pb) di udara hingga 70% dalam waktu setengah jam. Polutan logam berat seperti timbal umumnya berasal dari asap kendaraan dan proses pembakaran, yang bila terhirup dapat mengganggu fungsi paru-paru dan sistem saraf manusia.
Studi lanjutan oleh Siswanto et al. (2019) dalam Air Quality, Atmosphere & Health menemukan bahwa kombinasi Sansevieria trifasciata dan Chlorophytum comosum dapat menyerap senyawa organik volatil (VOC) hingga 95%. Senyawa VOC yang terdapat pada asap rokok, cat, serta bahan pembersih rumah tangga terbukti menjadi pemicu iritasi pernapasan dan alergi jika dibiarkan menumpuk.
Penelitian Rahmawati dan Kurniawan (2024) dalam Environmental Technology & Innovation menegaskan bahwa lidah mertua juga mampu mengurangi konsentrasi formaldehida di udara hingga 18 mg per jam per kilogram berat kering tanaman. Formaldehida banyak dilepaskan dari furnitur berbahan kayu lapis, sehingga kehadiran tanaman ini sangat membantu menjaga kualitas udara dalam ruangan tertutup.
Keunggulan lidah mertua tidak lepas dari sistem metabolismenya yang khas, yaitu Crassulacean Acid Metabolism (CAM). Melalui mekanisme ini, tanaman tetap menyerap karbon dioksida pada malam hari dan menghasilkan oksigen segar pada siang hari. Sifat tersebut menjadikannya pilihan ideal sebagai tanaman hias sekaligus penyaring udara alami, terutama di kamar tidur.
Cukup dengan penyiraman seminggu sekali dan pencahayaan sedang, lidah mertua mampu bekerja tanpa suara menyerap racun, menetralkan udara, dan memberikan kesejukan alami bagi ruang yang padat aktivitas manusia.
(Naya Maura Denisa)
