Saturday, February 14, 2026

Lidah Nakal nan Langka

Rekomendasi
- Advertisement -

Tanpa menunggu jawaban, perempuan bertubuh mungil itu menarik sebuah pot di antara belantara lidah mertua di halaman belakang dan menyodorkannya. “Wow,” tak seperti bayangan semua orang. Sosoknya unik. Daun bulat seukuran jari orang dewasa dan ujungnya meruncing. Mereka mengelompok membentuk kipas nan cantik. Lazimnya, lidah mertua berdaun lebar—mirip lidah manusia.

Pantas Anna menyebut Sansevieria gracilis setinggi 3 jengkal itu sebagai lidah mertua langka. Selama 5 tahun malang melintang mengekspor lidah mertua, tak pernah sekalipun Anna menemukan lidah mertua seperti itu di nurseri yang pernah dikunjungi. “Paling dimiliki oleh hobiis fanatik,” katanya.

Anna memperoleh S. gracilis pada 2002 dari seorang kerabat yang kerap bolakbalik ke Benua Afrika. Maklum, dari 117 spesies sansevieria di dunia, sebagian besar berada di Benua Afrika. Sisanya tersebar di Indonesia dan India.

Lacakan Trubus di dunia maya dan berbagai literatur pun sama. S. gracilis sangat langka. Informasi yang minim Trubus dapatkan dari beberapa situs di luar negeri. Yang menarik, di daerah asalnya, Afrika bagian timur seperti M o z a m b i k , sukulen itu dapat tumbuh menjalar di atas permukaan tanah. Tak hanya S. gracilis yang istimewa. Berikut lidah mertua lain yang juga unik.

Super ba

Super ba sebetulnya berasal dari lidah mertua biasa, S trifasciata laurentii. Ia menjadi istimewa karena mengalami mutasi setelah di-clonning. “Coba perhatikan! Warna kuning di tepi daun lebih tebal,” kata Anna sambil menunjuk tanaman di pot berwarna cokelat. Ia eksklusif karena bentuk daun berbeda dengan moyangnya. Daun lebar dan tebal sehingga disebut super.

S. trifasciata laurentii variegata

Lidah nakal—sebutan lidah mertua di Th ailand—itu istimewa karena variegata. “Dia mutasi seperti super ba, tapi kuningnya lebih dominan,” kata kelahiran Semarang 48 tahun silam itu. Komposisinya bisa 50%—95% dibanding warna hijau. Namun, sosok tanaman mirip induknya. Berdaun panjang seperti pedang.

Hahnii grey

Ingat S trifasciata hahnii? Kelompok lidah mertua berdaun pendek itu tengah digemari karena unik. “Daun lebar dan pendek ketimbang laurentii. Mirip kodok,” kata Anna. Hahnii grey istimewa karena warnanya langka, hijau agak kelabu. Lazimnya, kelompok hahnii yang beredar berwarna kuning kombinasi hijau.

Costarica

Costarica banyak disukai karena sosoknya yang medium. “Bagus untuk hiasan meja. Ngga panjang seperti pedang, tapi juga tidak cebol,” kata Anna. Bentuk daun lebih lebar ketimbang laurentii, tapi ukurannya lebih pendek. Ia kian cantik karena kombinasi hijau dan kuning berimbang.

Giant twisted

Lidah mertua itu unik karena bentuknya. Ujung daun mengecil dan agak melintir. Kongo—sebutan lain giant—itu kian menarik karena tumbuh bergerombol. “Bisa kompak, makanya langka,” kata dr Purbo, pemilik Kreatif Flora, di Jakarta Barat. Biasanya, sansevieria golongan giant, berdaun lebar dan agak membulat. Ia juga cenderung tumbuh sendiri-sendiri.

Yuca

Yuca langka karena sosoknyanya mirip segi lima. “Cantik bukan? Setiap daun mengarah ke segala sisi secara simetris,” kata Purbo. Sukulen itu kian cantik karena sosoknya aneh. Bagian tengah daun gendut dan melengkung mirip perahu, tapi pada ujungnya langsung mengecil dan tajam.

Silver

Sansevieria silver itu baru didatangkan dari Filipina oleh dr Purbo pada awal 2005. “Ia termasuk jenis setengah tinggi. Cocok untuk tanaman indoor,” kata alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga itu. (Destika Cahyana/Peliput: Hanni Sofi a)

 

Artikel Terbaru

Ancaman Cacing Ascaridia pada Ayam dan Peluang Obat Herbal Indonesia

Infeksi kecacingan Ascaridiosis masih menjadi persoalan serius di industri perunggasan. Selain mengganggu kesehatan ayam, serangan cacing ini juga berujung...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img