Monday, November 28, 2022

Lima untuk Negeri Singa

Rekomendasi

Bagi pasukan Tumasik lima gelar bergengsi yang diraih selama pameran ikan hias terbesar dunia pada 28-31 Mei 2009 itu merupakan pembalasan dari kekalahan 2 tahun silam. Pada Aquarama 2007, dua gelar GC di kategori diskus dan maskoki lepas ke tangan anak negeri jiran, Malaysia. Pasukan Tumasik hanya menggenggam masing-masing GC cupang, arwana, dan guppy.

Pantas sekretaris Parlemen Pembangunan Nasional Singapura, Dr Mohamad Maliki bin Osman, sumringah saat menyalami setiap anggota pasukan Tumasik yang bergiliran naik ke atas panggung untuk menerima piala GC. ‘Ini pertama kali saya menang besar dan senang sekali,’ kata Vincent Chong, salah satu penerima GC. Kiprah Vincent kali ini memang luar biasa. Dua superred yang turun gelanggang, masing-masing menjadi kampiun kelas kecil dan kelas besar. Yang disebut terakhir menggondol gelar GC.

Peserta Asia Tenggara: Singapura, Malaysia, Indonesia, Thailand, dan Filipina, mendominasi kontes. Peserta dari Eropa yang selama ini ikut beradu, absen. ‘Sampai detik-detik terakhir mereka belum juga menyatakan kesediaan untuk ikut. Mungkin ini dampak krisis global,’ ujar Esther See, koordinator panitia pameran. Di antara sesama negara Asia Tenggara, Singapura paling banyak mengirimkan wakil, hampir mencapai 90% pada setiap kategori.

Siluk alot

Tidak ada kejutan berarti pada setiap kategori. Di kategori cupang, jagoan serit menjadi GC setelah menumbangkan jagoan plakat. Melalui voting 3 juri masingmasing dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina, memilih serit. Dua juri dari Thailand dan Singapura mengunggulkan plakat. ‘Serit lebih anggun dan aktif bergerak,’ ujar Hermanus Haryanto, juri Indonesia. Pada Aquarama 2007 gelar GC didekap oleh plakat.

Kondang sebagai penghasil siluk superred nomor wahid dunia, Indonesia hanya menyabet juara ketiga kelas besar jenis red melalui Edo Kristanto dari Elkindo di Jakarta. Prestasi ini menurun dibandingkan lomba Aquarama 2007. Saat itu Indonesia yang diwakili juga oleh Edo mendulang gelar kampiun kelas besar. ‘Ikan yang dibawa sekarang stres karena kualitas air yang berubah,’ katanya.

Beruntung siluk naga sepanjang 45 cm itu masih bisa tertolong setelah diberikan oksigen terlarut dan penetral air. Padahal 2 tahun lalu di ajang serupa Edo harus merelakan Muhammad Ali, superred sepanjang 55 cm, mati sehari setelah menginap di akuarium lomba dengan penyebab sama. ‘Panitia tidak mengecek lagi kualitas air,’ sesal Edo ketika itu.

Tiga juri siluk masing-masing dari Indonesia, Singapura, dan China, mulanya tak satu suara saat mendaulat superred sebagai GC. ‘Dua juri dari Singapura dan China malah memilih jenis albino sebagai GC,’ kata Jap Khiat Bun, koordinator juri dari tanahair. Jap bersikukuh tetap memilih superred sebagai juara. Ia bahkan mengancam tidak mau menandatangani hasil penjurian bila kedua juri lain tetap ngotot memilih albino. ‘Tidak ada cerita arwana yang memiliki kelainan seperti albino menjadi juara. Harus superred,’ katanya pada Trubus. Setelah berunding ulang diputuskan: superred menjadi GC.

Tak hanya gelar GC, pasukan Tumasik mendominasi juara pertama sampai juara ketiga pada kategori maskoki dan diskus. Di kategori maskoki, kerabat ikan mas milik Sam Hui meraih predikat terbaik. Ryukin ekor pendek jagonya memiliki syarat juara. Punuk tegak dan semua sirip mulai perut dan anal seimbang. Ia lebih unggul dari pesaing beratnya ranchu milik Alven Tan yang juga berpenampilan juara: punggung melengkung bak busur.

Di kelas diskus, albino solid milik Raymond Lee dikukuhkan sebagai juara dengan menyingkirkan 9 kampiun lain seperti snakeskin, kuning solid, dan metalik. Menurut Wayne Ng, juri dari Hongkong, albino menang lantaran di balik keunikannya, bentuk tubuhnya ideal seperti cakram tipis. ‘Ikan ini pun tidak terlihat stres, mau bergerak,’ kata Wayne.

1.347 ikan

Lomba dan pameran Aquarama 2009 mempertandingkan 14 kategori ikan hias. Selain jenis umum dan dikenal banyak orang: diskus, arwana, guppy, cupang, dan maskoki, dilombakan pula kelas lain seperti pleco, gurami hias, siklid, ekor pedang, dan molly. Dari data panitia tercatat 1.347 ikan saling beradu cantik. Jumlah ini merosot 9,5% dibandingkan Aquarama 2007 yang mencapai 1.427 ikan.

Di mata pengunjung tak hanya ikan hias yang menarik untuk dilihat. Banyak pengunjung betah berlama-lama dan berfoto-ria di area kontes akuarium laut dan aquascaping. Di kontes akuarium laut, Sete Young dari Singapura memuncaki lomba. Tema yang ditampilkan sebetulnya tak terlalu istimewa, berupa susunan koral bak tebing. Yang membuatnya menarik, Sete bisa memadukan koral itu dengan aneka ikan hias berwarna kontras seperti yellow tang dan blue sehingga tampak kontras.

Kampiun aquascaping mengusung tema padang terbuka. Sederhana. Namun, perancangnya bisa cermat menempatkan tanaman. Tanaman butuh sinar matahari tidak terhalangi tanaman yang berukuran besar seperti aponogeton. Selain itu pemilihan ikan tetra sebagai pengisi dianggap tepat. ‘Penampilan hijau tanaman dan biru dari ikan membuat aquascaping menjadi kontras,’ kata Tan Bok, juri dari Singapura.

Bandung

Nun di Bandung di saat hampir bersamaan berlangsung kontes besar cupang, Betta Mania Independent II Bandung. Lomba yang dibanjiri 478 peserta dari berbagai kota seperti Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, dan Pakanbaru, itu mendaulat serit dasar terang warna merah sebagai GC serit. Berikutnya halfmoon dasar terang jingga dan plakat dasar terang, masing-masing sebagai GC halfmoon dan plakat.

Menurut Arief SL serit dasar terang warna merah menang karena siripnya rapi dan lebih tebal. ‘Karena itu siripnya terlihat kencang,’ kata juri dari Bekasi, Jawa Barat, itu. GC halfmoon menapak tangga juara karena bukaan sirip lebih lebar, di atas 1800 ketimbang pesaing, halfmoon merah.

Dengan warna emas bersih tanpa noda, plakat warna dasar terang merajai kelas plakat. Satu-satunya pesaing yang diunggulkan bisa mengganjal langkah sang juara, plakat lavender, tidak berdaya. Melalui voting juri, plakat lavender kalah telak 1:5. (Dian Adijaya S/Peliput: Tri Susanti)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img