Wednesday, February 8, 2023

Mahasiswa UGM Ciptakan Alat Pendeteksi Kualitas Air Kolam dan Kematian Ikan

Rekomendasi

Trubus.id — Mahasiswa Universitas Gadjah Mada menciptakan aplikasi untuk memonitor kualitas air kolam budidaya ikan. Aplikasi yang dinamai SmartPond (S-POND) itu dirancang untuk bisa mendeteksi perubahan PH, suhu kolam, suhu lingkungan, kelembapan, oksigen terlarut (DO), dan kematian ikan.

Bintang Ramadhan, salah seorang mahasiswa yang mengembangkan inovasi itu, mengatakan, ide pengembangan aplikasi bermula dari keprihatinan terhadap persoalan yang banyak dialami para petani atau pembudidaya ikan nila.

Salah satu persoalan utamanya adalah terkait kematian ikan akibat perubahan kualitas air kolam. Kondisi itu mengakibatkan kerugian besar bagi pembudidaya ikan.

“Tindakan pencegahan berupa monitoring kondisi kolam dapat dilakukan petani ikan untuk mencegah kerugian akibat kematian massal ikan,” kata mahasiswa dari Prodi Teknologi Veteriner, itu dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada.

Namun, monitoring pada umumnya dilakukan secara langsung melalui pengamatan di kolam atau menggunakan alat ukur yang dioperasikan secara manual.

Oleh karena itu, Bintang bersama empat rekannya memutar otak untuk mengembangkan alat berbasis Internet of Things (IoT) dan management data system untuk mendeteksi dan memonitor kualitas air, kematian ikan secara berkala, serta mengetahui kondisi cuaca di sekitar kolam.

Diharapkan, dengan alat tersebut bisa membantu dan memudahkan pembudidaya ikan mendapatkan informasi dengan cepat melalui smartphone. Pembudidaya ikan juga dapat melakukan penanganan dini apabila terjadi kematian ikan sehingga mencegah kerugian yang besar.

Parameter yang tertampil dalam aplikasi S-POND meliputi pH, suhu kolam, suhu lingkungan, DO, dan kelembapan lingkungan, serta lokasi keberadaan kolam. (ugm.ac.id)

Prototipe SmartPond dirancang dengan dimensi 40 × 28 × 15 cm, bobot 0,5 kg, dan body box terbuat dari aluminium. Prototipe menggunakan sumber daya listrik dengan input 220V pada AC current dan output 12V pada DC current.

Prototipe SmartPond dapat mendeteksi kualitas air dan ikan mati menggunakan alat sensor yang dipasang pada tepi kolam, yakni sensor ultrasonik, pH, suhu, dan dissolve oxygen.

Sensor ultrasonik memiliki jangkauan 420 cm pada range 75 derajat sehingga dapat maksimal pada kolam ikan dengan ukuran 3 × 4 meter.

“Aplikasi S-POND difungsikan untuk memonitoring parameter kondisi kolam dan kematian ikan. Parameter yang tertampil dalam aplikasi S-POND meliputi pH, suhu kolam, suhu lingkungan, DO, dan kelembapan lingkungan, serta lokasi keberadaan kolam,” jelas Bintang.

Setelah itu, hasil pendeteksian disalurkan pada master control unit untuk selanjutnya dikirim pada aplikasi SmartPond. Informasi secara real time dapat diketahui melalui notifikasi yang akan muncul pada layar tampilan aplikasi yang ter-install di smartphone.

Recording data akan disimpan selama seminggu melalui database dalam bentuk soft file di spreadsheet sehingga memungkinkan pemilik untuk melakukan evaluasi dan analisis kondisi kolam selama seminggu.

Prototipe SmartPond telah diujikan pada kolam ikan dalam laboratorium dan kolam ikan nila kelompok tani Mina Rukun Kuton, Tegaltirto, Berbah, Sleman dengan alat berstandar SNI sebagai kontrol dan penentu keakuratan prototipe SmartPond. Berdasarkan pengujian, prototipe SmartPond telah mencapai 99,986% akurat saat dibandingkan dengan alat berstandar SNI.

Latief  Hasyim, anggota tim pengembangan lainnya, menambahkan sistematika pendeteksian ikan mati, yakni ikan mati akan mengapung akibat pembusukan terjadi di saluran pencernaan sehingga gas CO₂ membuat perut ikan menggembung dan mengapung di permukaan air.

“Ikan akan terdeteksi sebagai ikan mati apabila tidak mengalami pergerakan aktif selama 1 jam,” tutur mahasiswa Prodi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, itu.

Lebih lanjut, Latief mengatakan bahwa pengembangan prototipe SmartPond akan terus dilakukan terutama untuk mengoptimalkan parameter deteksi, durasi penyimpanan database, serta intergrasi sistem prototipe dengan treatment tools.

Sejauh ini alat dapat terkoneksi dengan pompa oksigen sehingga apabila kadar oksigen di air berkurang di bawah batas normal, sistem dapat mengaktifkan pompa oksigen secara otomatis melalui aplikasi. 

“Ke depannya pengembangan prototipe akan terfokus pada parameter lainnya sehingga diharapkan alat ini menjadi early warning dan comprehensive monitoring system bagi petani ikan,” papar Latief.

Selain Bintang dan Latief, mahasiswa yang tergabung tim pengembangan inovasi itu di antaranya, Sarah Khairunnisa dari Prodi Teknologi Veteriner, Kaisa Fadhilah dari Prodi Teknologi Veteriner, Rizky Nur dari Prodi Teknologi Rekayasa Instrumentasi dan Kontrol, dengan bimbingan drh. Dela Ria Nesti M.Sc.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Sukses Budidaya Lele agar Menguntungkan

Trubus.id — Budidaya lele tak semudah yang dipikirkan. Beberapa kendala akan ditemui saat seseorang sudah mulai terjun di peternakan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img