Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Tim Pevillia Dent PKM-RE 2025 berhasil mengembangkan inovasi gel remineralisasi gigi berbahan alam lokal. Inovasi ini mengombinasikan nano-hidroksiapatit dari cangkang kerang hijau (Perna viridis) dan ekstrak daun teh hijau (Camellia sinensis) sebagai bahan aktif pencegah karies gigi.
Produk yang dihasilkan berupa biokomposit gel dengan partikel berukuran nano yang mampu menembus dan memperkuat struktur gigi secara biomimetik. Hasil uji laboratorium menunjukkan peningkatan kekerasan email dan penurunan porositas permukaan gigi sapi setelah pemakaian gel selama empat hari.
Ketua Tim Pevillia Dent, Hasan Rabbani, menjelaskan penelitian berjudul Potensi Biokomposit Gel Nano-Hidroksiapatit Cangkang Kerang Hijau dan Ekstrak Daun Teh Hijau untuk Remineralisasi Gigi ini memanfaatkan potensi alam lokal. Cangkang kerang dari Pantai Baron, Gunungkidul, disintesis menjadi nano-hidroksiapatit melalui metode sintering bersuhu 1.000°C, sementara daun teh dari kebun Nglinggo, Kulon Progo, diekstraksi dengan etanol 96 persen untuk memperoleh kandungan fluoride alami dan polifenol antibakteri.
Menurut Hasan, ide riset muncul dari tingginya angka karies di Indonesia yang mencapai 82,8 persen berdasarkan data Kementerian Kesehatan 2023. Melalui inovasi ini, tim ingin menghadirkan solusi pencegahan gigi berlubang yang efektif, aman, dan ramah lingkungan dengan bahan-bahan lokal.
Anggota tim, Achmad Musa Nurhadi, menambahkan gel buatan mereka mampu menembus lapisan email gigi, berbeda dengan fluoride topikal yang hanya bekerja di permukaan. Formulasi ini juga bebas dari protein susu sapi yang kerap menimbulkan alergi pada beberapa produk impor.
Aplikasi gel cukup mudah, yakni dengan mengoleskannya secara merata pada permukaan gigi dua kali sehari setelah menyikat gigi. Tim memastikan kualitas partikel gel telah sesuai standar biomaterial melalui pengujian XRD, FTIR, dan SEM untuk menjamin stabilitas dan efektivitasnya.
Sementara itu, Jovanka Sandy menjelaskan proses penelitian sempat mengalami kendala teknis seperti keterbatasan akses furnace bersuhu tinggi dan proses sterilisasi bahan untuk uji antibakteri. Namun, melalui kolaborasi lintas laboratorium di FMIPA, FBiO, dan FKG UGM, tim berhasil menyelesaikan semua tahapan penelitian hingga formulasi final.
Produk ini memiliki berbagai keunggulan mulai dari kemampuan menembus permukaan gigi, meniru struktur alami email, hingga bersifat antibakteri. Selain itu, bahan baku lokal yang digunakan menjadikannya solusi berkelanjutan untuk kesehatan gigi di Indonesia.
Gel inovatif ini berpotensi menuju tahap paten dan pengembangan uji klinis sebelum diproduksi secara massal. Tim Pevillia Dent kini tengah mempersiapkan diri untuk berkompetisi di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) 2025 di Universitas Hasanuddin.
Dosen pembimbing, Prof. Dr. Eng. Yusril Yusuf, mengapresiasi keberhasilan tim dalam memadukan berbagai disiplin ilmu dari fisika material, kimia, biologi, hingga kedokteran gigi. Ia menilai karya ini sebagai contoh nyata sinergi multidisiplin yang berorientasi pada inovasi dan keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.
Foto: UGM
