Friday, January 16, 2026

Manajemen Produksi Sayuran untuk Penuhi Kebutuhan Kafe

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Kafe berkonsep kebun kian menjamur. Kafe seperti ini biasanya menyediakan olahan makanan berbahan sayuran segar yang berasal dari kebun sendiri. Oleh karena itu, manajemen produksi sayuran selalu diperhatikan agar pasokan sayuran untuk kafe selalu tersedia.

Waroeng Ceu Ipa Biomethagreen, salah satu kafe yang menyediakan semua menu berasal dari tanaman hasil budidaya sendiri. Sajian itu beragam seperti jus dari sayuran seperti pakcoi, mi dari sawi hijau, dan berbagai lalapan.  

Wahyu Indra, S.Pt., pengelola Waroeng Ceu Ipa Biomethagreen, dengan lihai terus mengatur supaya aneka sayuran itu tetap ada. Pasalnya, pengunjung juga bisa merasakan sensasi memetik sayur secara langsung di kebun sayuran hidroponik.

Wahyu mencontohkan strategi manajemen produksi yang dilakukan. Saban bulan Waroeng Ceu Ipa Biomethagreen membutuhkan 20—25 kg kangkung.  Waktu panen kangkung 25—30 hari setelah tanam (hst).

Kebutuhan selada 20 kg per hari (panen 35 hst), pakcoi 30 kg (panen 30 hst), dan sawi 30—40 kg (40—60 hst). Dari analisis data itu, sepekan sekali Wahyu menyemai 200—250 benih per jenis sayur agar kebutuhan terpenuhi.

Penyemaian beragam benih sayuran di atas rockwool. Ia memberikan nutrisi AB Mix dengan konsentrasi sekitar 1.000 ppm. Pengecekan nutrisi setiap 3 hari sekali.

Nun di Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rijal Huda, S.IP., M.Si., juga mengusung konsep kafe kebun sejak 2016. Beragam menu seperti jus kale, jus pakcoi, dan makanan berat dengan aneka lalapan dan sayuran dapat dipesan pengunjung.

“Menanam sayuran hidroponik untuk kebutuhan kafe,” tutur pemilik agroeduwisata Kebun Bentenq Hidroponik itu.

Jenis sayuran beraneka ragam mulai dari selada, kangkung, cabai rawit, rumput gandum (whitegrass), caisim, dan sawi. Kafe kebun dan agroeduwisata seluas 1.120 m² itu memiliki 5 instalasi dengan 2.000—3.000 lubang tanam.

Ia memasang pipa 2,5 inci sepanjang 8 m pada instalasi bersusun 6 tingkat. Setiap akhir pekan Rijal kebanjiran pengunjung hingga 200 orang per hari. Pengusaha kafe-kebun menyemai bertahap agar panen berkelanjutan.

Rijal teliti melakukan setiap tahapan budidaya sayuran. Misalnya menyemai selada selama 7—10 hari, proses pindah tanam untuk peremajaan sepekan, kemudian masa pendewasaan hingga panen pada 35 hst. Rijal menyemai 200 bibit setiap tanaman 4 hari sekali untuk memenuhi kebutuhan dapur kafe itu.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img