Monday, August 15, 2022

Mangga Setahun Tiga Kali Panen

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Agrimania, mangga juara Lomba Buah Unggul Nasional 2014, siap menyaingi R2E2, mangga andalan Australia.
Agrimania, mangga juara Lomba Buah Unggul Nasional 2014, siap menyaingi R2E2, mangga andalan Australia.

Agrimania dan malaba menghasilkan 200 kg sekali panen. Berbuah susul-menyusul.

Urip kaget melihat banderol buah mangga di sebuah pasar swalayan yang mencapai Rp8.900 per 100 gram. Bobot buah berbentuk bulat dan berwarna hijau, kuning, dan merah itu 1.200 gram. Artinya harga mangga mencapai Rp106.000 per buah. Selain soal harga, kekagetannya adalah mangga jumbo itu berasal dari halaman rumahnya di Nunuk, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat.

Ia mengenali betul sosok buah anggota famili Anacardiaceae itu. Itulah sebabnya ia berniat mengembangkan mangga warisan orangtuanya. Penangkar bibit buah-buahan itu semula memang belum menyadari potensi mangga agrimania itu. Masyarakat di sekitar rumahnya pun kurang berminat mengambil buahnya, karena menganggap sama dengan mangga kelapa, yang rasanya masam.

Agrimania, juara pada lomba buah unggul nasional yang diselenggarakan oleh Trubus.
Agrimania, juara pada lomba buah unggul nasional yang diselenggarakan oleh Trubus.

Laris
Sosok buah itu memang menarik. Warna kulitnya saja perpaduan antara kuning kehijauan atau merah kekuningan saat matang. Di balik kulit seronok itu terdapat daging buah lembut berwarna kuning segar. Rasanya pun manis dengan hanya sedikit rasa masam yang menambah kesegarannya di mulut. Pada periode panen berikutnya, Urip menjual buah melalui daring atau online.

Dengan harga jual Rp50.000 per kg buah ludes hanya dalam waktu kurang dari 7 hari. Urip kewalahan melayan pesanan pembeli sehingga dijatah, pemesanan hanya boleh sekali. Untuk merasakan kembali harus bersabar hingga musim berbuah berikutnya. Untunglah mangga itu sangat rajin berbuah. Belum habis panen, bunga dan buah baru telah terbentuk kembali.

Urip mampu memanen 3 kali setahun. Produktivitas pohon berumur 26 tahun itu pun cukup tinggi 200—300 kg per musim. Ia mempunyai satu pohon yang tumbuh di pekarangan dan 3 pohon yang belajar berbuah, berumur 3,5 tahun. Menurut pria 49 tahun itu dengan beragam keunggulan itu ia mengirimkan 7 buah ke panitia lomba buah unggul nasional yang diselenggarakan Trubus pada 2013—2014. Hasilnya mangga agrimania itu menjadi yang terbaik di kelasnya.

Sepintas sosok mangga agrimania itu amat mirip dengan R2E2, mangga introduksi dari Australia. Untuk membedakan, ia menyebut mangganya agrimania. Bentuknya pun bulat dengan ukuran rata-rata 1.200 g. Warna kulit R2E2 pun merah kuning hijau dengan bintik-bintik kecil saat buah menjelang matang. Menurut pemilik nurseri Agrimania Flora, yang juga mempunyai mangga R2E2, sosok agrimania berbeda.

Mangga malaba, reinkarnasi chokanan, andalan baru Sumatera Utara.
Mangga malaba, reinkarnasi chokanan, andalan baru Sumatera Utara.

Orangtuanya menanam agrimania pada 26 tahun lalu atau 1989. Jarak Desa Nunuk ke Indramayu 30 km, sehingga ayahnya yang petani kecil di desa pasti tidak mendapat akses untuk mendapatkan bibit mangga R2E2. Menurut Urip kemungkinan agrimania hasil penyerbukan alami mangga gedong gincu dengan budiraja. Meski perpaduan sifat itu tidak terlalu kental tercermin pada agrimania, ada beberapa sifat yang hampir serupa.

Daun agrimania yang panjang mirip dengan budiraja. Perbedaannya, tepi daun budiraja agak lurus, sedangkan agrimania bergelombang. Tangkai bunga agrimania yang merah mirip gedong gincu. Kelebihan lain, daging buah tebal mencapai 3—4 cm dengan biji pipih. Aroma harum, mirip gedong gincu. Daya tahan buah pun lama, 5—7 hari suhu ruang dan tekstur tetap keras.

Daging buah mangga agrimania padat dan tahan 7—10 hari pada suhu kamar.
Daging buah mangga agrimania padat dan tahan 7—10 hari pada suhu kamar.

Berbeda
Menurut ahli buah di Kota Bogor, Jawa Barat, Dr Mohamad Reza Tirtawinata, yang pernah berkunjung ke daerah pengembangan R2E2 di Australia pada 2001, mangga itu dipersiapkan untuk menjadi mangga unggulan pada 10 tahun ke depan. Dengan demikian R2E2 baru menjadi andalan utama Australia pada 2010. Oleh karena itu kemungkinan agrimania berbeda dengan R2E2.

Hingga Agustus 2015 Urip melepas 5.000 bibit untuk melayani permintaan pehobi di berbagai daerah di Indonesia. Agrimania relatif sulit disambung sehingga banyak gagal. “Tampaknya lapisan kambium tipis,” kata Urip. Dengan beberapa kali mencoba, akhirnya ia menemukan cara tepat. Mata tunas harus segera ditempelkan pada batang bawah sehingga tidak sempat mengering. Tingkat keberhasilan baru mencapai 60%.

Mangga malaba
Selain agrimania para pekebun atau pehobi juga mengincar mangga malaba. Di Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, kini berkembang penanaman mangga malaba. Menurut staf fungsional Balai Pengawas Sertifikasi Benih, Provinsi Sumatera Utara, Arnold Simatupang, sejatinya malaba adalah mangga chokanan dari Thailand. Mangga itu beradaptasi di Telagasari, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, pada 30 tahun silam.

Kehadiran chokanan dengan cepat merebut hati pencinta tanaman buah. Bagaimana tidak, umur panen sangat genjah, yakni 10—12 bulan setelah tanam di tanah. “Bahkan bila dipertahankan di polibag pun ia dapat berbuah,” tutur Arnold. Rasanya sangat manis dengan tingkat kemanisan 16° briks. Daya tahan buah pun sangat baik, mencapai 4—7 hari pada suhu ruang. Rasanya kian manis bila dikonsumsi 3—4 hari pascapetik.

Produktivitas malaba 150—210 kg per tahun.
Produktivitas malaba 150—210 kg per tahun.

Dengan sejumlah keistimewaannya, pada 1990-an, banyak pehobi menanam mangga itu di pot dan meletakkan di dak rumah. Belakangan nama chokanan berubah menjadi malaba. Kata itu akronim manis, legit, asli Batangkuis. Produktivitas malaba cukup tinggi menambah pendapatan masyarakat. Pohon berumur 4—5 tahun menghasilkan 150—210 kg per tahun.

Harga 1 kg mencapai Rp30.000—Rp35.000 sehingga omzet pekebun Rp4.500.000—Rp6.300.000 per pohon. Karena buah sangat lebat sehingga pemilik pohon cenderung mengurangi buah. Wajar bila beberapa orang meliriknya untuk dikebunkan. Ada yang menanam hingga 2.000 pohon. Karena potensi ekonominya yang tinggi, Arnold Simatupang SP dan Ir Sangkot Situmorang mengusulkan kepada pemerintah untuk merilis malaba sebagai varietas unggul dengan nama malaba. Penangkar buah di Binjai, Sumatera Utara, Sunardi, menjagokan malaba lantaran sangat produktif dan berbuah sepanjang tahun. (Syah Angkasa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img