Monday, August 8, 2022

Marasi Pesaing Miracle Fruit

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Buah ajaib pencipta rasa manis itu berasal dari Afrika Barat.Di Indonesia, buah serupa—mengubah semua rasa menjadi manis—sudah dikenal penduduk pedesaan sejak lama. Mereka menyebutnya marasi, parasi, atau lemba.

 

Marasi Curculigo latifolia, tanaman dari keluarga Hypoxidaceae. Ia herba yang sering dijumpai di pinggiran hutan di seluruh wilayah Indonesia hingga sebagian besar Asia Tenggara. Sosok tanaman tegak, dengan tinggi kurang dari 1 m. Daun tumbuh langsung dari batang dalam tanah atau rizoma. Bentuknya memanjang dan bertekstur seperti lipatan-lipatan kecil.

Sekilas ia tampak seperti anakan salak atau anggrek tanah. Seperti halnya daun, bunga marasi juga muncul dari rizoma, sehingga terlihat seakan-akan tumbuh dari tanah. Bunga berwarna kuning cerah, kecil, dengan 6 kelopak. Buahnya berwarna bening keputihan berukuran kira-kira 1 cm.

Manipulasi rasa

Sama seperti miracle fruit Synsepalum dulcifi cum, buah marasi mempunyai kemampuan memanipulasi rasa. Ketika Trubus mencicipi, rasa buah yang agak asam pada awalnya, lama-kelamaan berubah menjadi manis. Namun, rasa manis itu hanya bertahan sebentar. Anehnya, setelah minum, air akan terasa manis bagaikan sirup. Trubus pun berulang kali meneguk air untuk membuktikan keistimewaannya itu. Dan memang, rasa manis bertahan cukup lama.

Eddy Soesanto dari nurseri Tebuwulung membenarkan “keanehan” buah marasi. Rupanya ia punya pengalaman terhadap buah kerabat congkok itu. Suatu ketika Eddy tengah bercerita tentang kehebatan miracle fruit kepada sekelompok masyarakat di daerah Jonggol, Jawa Barat. Namun, pria kekar itu tiba-tiba tersentak saat salah seorang berkomentar, “Aah…apa hebatnya buah seperti itu!Di sini juga banyak.”

Semula Eddy berpikir, buah yang dimaksud orang itu miracle fruit, cuma beda nama. Setelah melihat langsung ke lapangan, ternyata sosoknya berbeda. Lantaran penasaran, buah berbiji banyak seperti dragon fruit itu dikunyahnya, lalu Eddy minum air. “Betul, serasa minum sirup. Setengah jam efeknya masih terasa, meski perlahan-lahan kadar kemanisannya menurun,“paparnya.

Curculin

Marasi bisa memanipulasi rasa karena kandungan curculin di dalamnya. Curculin adalah satu-satunya protein yang berasa manis, sekaligus berfungsi sebagai pengubah rasa. Hampir sama dengan kandungan pada miracle fruit, yaitu protein pengubah rasa bernama miraculin. Bedanya, miraculin tidak berasa manis.

Namun rasa manis dari marasi hanya bertahan sebentar di mulut. Diduga, hal itu terjadi akibat adanya ion Mg+2 dan Ca+2 pada air liur. Para peneliti di Universitas Nasional Yokohama memperkirakan, ion-ion tersebut akan mengikat protein penyebab rasa manis. Ketika air diteguk, ikatan ion-protein itu terlepas kembali. Itulah sebabnya curculin muncul lagi, sehingga air berasa manis seperti sirup. Selain air, rasa asam juga diduga bisa menghilangkan ikatan ionprotein itu. Efeknya rasa manis akan menonjol justru setelah rasa asam dikonsumsi.

Para peneliti di Institut Bioinformatika dan Bioteknologi Terapan di Bangalor, India, kini tengah meneliti kemungkinan curculin dijadikan pemanis buatan. Harapannya, kelak pemanis ini bisa dimanfaatkan untuk para penderita diabetes, obesitas, dan hyperlikemia. Sebab, sebagai protein, curculin punya kelebihan yakni tidak mempunyai efek samping seperti sakarin yang diindikasikan memicu kanker.

Penambah tenaga

Tak berlebihan bila marasi sudah lama dimanfaatkan oleh penduduk di Jawa Barat untuk menambah tenaga karena rasa manisnya. Sedangkan di kalangan pencinta alam, parasi atau lemba itu kerap menjadi dewa penolong pada saat perbekalan menipis. Dengan mengunyah beberapa butir marasi, tubuh yang loyo kembali bugar dan lebih tahan menghadapi hawa dingin.

Oleh masyarakat di Jawa Barat, buah marasi digunakan untuk obat perangsang nafsu makan dan obat sakit kepala. Sedangkan di Kalimantan, pada zaman dahulu, daun marasi layaknya daun pandan atau mendong sebagai bahan baku kerajinan pembuatan tas dan perlengkapan rumah tangga. Caranya, daun dilayukan terlebih dulu, lalu disusun atau dianyam sesuai peruntukkan.

Sementara di beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura, marasi telah dijadikan tanaman hias. Tanaman yang cepat merumpun itu memang selain bunganya menarik, juga daunnya menjuntai membentuk rangkaian yang manis. Pantas kalau para landscaper banyak menggunakannya sebagai elemen taman.

Lacakan Trubus ke kebun-kebun di sekitar Sukabumi dan Bogor menunjukkan penyebaran marasi sangat luas. Tanaman merumpun setinggi 80 cm itu tumbuh liar, terutama di area yang ternaungi pepohonan besar. Ia menghendaki lingkungan lembap dan cenderung gelap. Tanaman yang di Papua dikenal dengan nama cua mok itu juga banyak ditemukan di pinggiran sungai. (Syalita Fawnia Rachman/Peliput: Destika Cahyana)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img