Thursday, August 18, 2022

Maskoki & Arwana Juara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Ryukin jumbo meraih GC karena berenang stabil meski bertubuh besar.
Ryukin jumbo meraih GC karena berenang stabil meski bertubuh besar.

Penampilan sempurna kunci sukses menjadi jawara kontes.

Ungkapan big is beautiful pas untuk menggambarkan maskoki di akuarium bernomor 03. Ikan itu berenang stabil meski bertubuh bongsor. Pantas saja juri menobatkan ryukin jumbo—panjang 18—23 cm; lazimnya 15—19 cm—itu sebagai peraih grand champion (GC). Itu gelar tertinggi pada kontes maskoki tingkat nasional. “Penampilannya bagus saat penjurian,” kata juri asal Jakarta, Abbas.

Menurut perawat maskoki ryukin, Ade Kurnia, ikan itu juga bertubuh mulus tanpa cacat. Sejatinya maskoki milik Herman Hadiwidjaja dari Jakarta itu langganan juara. Pada Oktober 2015 ikan berwarna kuning keemasan itu meraih juara kedua kelas jumbo pada lomba maskoki nasional di Bandung, Jawa Barat. Agar berpenampilan maksimal Ade memberikan pakan premium setiap jam sesuai kebutuhan.

Slanker menyabet GC karena berpenampilan maksimal saat penjurian.
Slanker menyabet GC karena berpenampilan maksimal saat penjurian.

Meriah
Kurnia juga memastikan tidak ada sisa pakan di akuarium. Sebab pakan yang tidak termakan ikan memicu air keruh. Dampaknya kesehatan maskoki terganggu. Herman mendapatkan maskoki itu dari Thailand seharga Rp7-juta pada 2015. Setelah meraih juara, pehobi lain ingin membelinya Rp25-juta. Namun, Herman menolak tawaran harga tinggi. Pada kontes yang berlangsung pada 24—26 Desember 2015 itu kebahagiaan Herman berlipat ganda.

Ronald Sukamto, “Kontes arwana berlangsung sukses.”
Ronald Sukamto, “Kontes arwana berlangsung sukses.”

Musababnya ia juga mendapat gelar juara umum karena 10 dari 16 ikan miliknya menjadi pemenang di kelas masing-masing. Adu molek maskoki di Yogyakarta itu berlangsung meriah. Panitia menyediakan 154 akuarium. “Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan Tulungagung,” kata ketua panitia, Suprih Mugodiyono.

Suprih mengatakan lomba itu kontes perdana nasional besutan Kementerian Kelautan dan Perikanan, UPP Sehati Yogyakarta, dan Mondholan Goldfish Community. Kemeriahan adu elok ikan tidak hanya di Yogyakarta. Nun di Pademangan, Jakarta Utara, berlangsung kontes arwana pada 17—20 Desember 2015. Ketua panitia, Ronald Sukamto, menuturkan kontes berlangsung sukses dan semarak.

“Pehobi arwana sangat antusias mengikuti lomba ini,” kata Ronald. Buktinya jumlah peserta melebihi target panitia, yakni 67 ikan. Semula Ronald dan tim menetapkan 55 peserta. Penyelenggara kontes Arowana Club Indonesia (ACI). Acara bertajuk ACI Cup II 2015 Arowana Super Red Contest itu terbagi ke dalam 4 kelas yakni kelas A, kelas B, kelas C, dan kelas unik.

Young Grand Champion diraih arwana milik Liven.
Young Grand Champion diraih arwana milik Liven.

Lima juri dari 3 negara—Indonesia, Malaysia, dan Jepang—menasbihkan ikan naga bernomor akuarium A15 menjadi GC. Menurut juri asal Indonesia, Hendri Leong, penampilan ikan itu yang terbaik saat penjurian. Hendri menuturkan kriteria penilaian grand champion meliputi warna (30%), tubuh (30%), penampilan (20%), mata (5%), misai (5%), sirip (5%), dan ekor (5%).

Para pemilik pemenang kontes maskoki di Yogyakarta.
Para pemilik pemenang kontes maskoki di Yogyakarta.

Ganti air
Menurut Hendri, “Ikan itu juga bermental bagus.” Senyum kebahagiaan pun mengembang di wajah Tjhoea Triyanto, pemilik arwana jawara. “Saya yakin ikan itu menjadi juara karena penampilannya maksimal,” kata pehobi arwana dari Kabupaten Karawang, Jawa Barat, itu. Apa rahasia Triyanto mencetak ikan juara? Kuncinya penggantian 20—30% air setiap hari.

Ia juga memberikan 10 udang beku setiap hari sesuai ukuran ikan. Triyanto memilih udang beku karena lebih praktis dibanding ikan hidup. Pria kelahiran Singkawang, Kalimantan Barat, itu mengatakan udang berperan mencerahkan warna arwana. Triyanto berencana menjual ikan berumur 7 tahun itu karena ada tawaran Rp250-juta dari pehobi di Malaysia. (Riefza Vebriansyah/Peliput: Andari Titisari)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img