Trubus.id— Memberi anjing nama dan melatihnya mengenali namanya menjadi keuntungan sendiri bagi sang pemilik. Saat sang pemilik ada keperluan dengan anjingnya, ia hanya memanggil nama anjing itu. Bagaimana melatih anjing agar mengenali namanya sendiri?
Mengenalkan nama ke anjing sebaiknya dilakukan saat ia berumur 2 bulan. Semakin besar semakin sulit mengadopsi latihan. Pertama yang harus dilakukan adalah bermain bersama. Misal berlari-lari kecil sehingga anjing kecil tertarik mengikuti.
Setelah beberapa saat bermain dan anak anjing mulai kelelahan buatlah jarak. Jangan terlalu jauh, cukup 2—3 m agar ia mampu mendengar suara panggilan. Panggillah nama anjing dengan nada lembut seolah pemilik akan kembali bermain bersamanya.
Misalnya, anjing Anda beri nama Rambo. Panggil dia seperti ini. “Ram…bo…, sini.” Panggilan nama ini dilakukan berkali-kali. Jika anjing tetap tak ada perhatian, cobalah memanggil sambil bertepuk tangan.
Anjing yang mendekat karena tertarik bunyi tepukan segera disambut dengan kedua belah tangan. Elus dengan lembut atas keberhasilannya. Selain tepuk tangan, ia boleh diiming-imingi pakan. Acungkan kepingan pakan ketika namanya disebut.
Pakan ini cukup mujarab mendorong anjing untuk menghampiri. Namun, hindari perlakuan itu pada anjing dewasa atau di atas umur 6 bulan. Pasalnya, daya penciuman anjing dewasa sudah tajam.
Dikhawatirkan, pada saat sang tuan memanggil, tapi tak tercium bau pakan ia akan mangkir. Latihan panggilan nama biasanya diiringi dengan menyuruh anjing duduk. Mudah saja melakukannya.
Anak anjing yang sudah datang di depan kaki dibuat tengadah. Caranya, pakan berupa daging yang dipegang tangan kanan sebelum diberikan diangkat sebatas lutut. Kepala anjing tengadah karena berusaha mengambil pakan.
Dorong bagian belakang pinggul dengan tangan kiri agar ia menghadap pemilik (pelatih). Pada saat itulah daging diberikan sambil diperintahkan duduk, “Rambo, duduk.” Bila menginginkan anjing duduk di samping, daging yang dipegang dengan tangan terbuka diputar 180º ke arah belakang.
Kata-kata yang diucapkan “Duduk samping”. Duduk samping adalah rangkaian akhir dari pemanggilan. Namun, setelah paham mendengar panggilan lalu duduk samping, anjing harus belajar berputar ke belakang dan duduk tegak di samping kiri kaki pemilik.
Latihan berlangsung pagi, siang, atau sore tak menjadi masalah. Yang penting 5 kali dalam sehari dan dilakukan dengan gembira. Tidak boleh ada kesan paksaan serta tekanan terhadap si anjing.
