Wednesday, January 28, 2026

Melimpah Nutrisi untuk Upik

Rekomendasi
- Advertisement -

Konsumsi ekstrak daun moringa meningkatkan ASI.

Aisyah mengonsumsi sayur dan pil
daun kelor. (Dok. Aisyah Husna Zulkarnaen)

Trubus — Setelah melahirkan anak pertama pada 9 Januari 2019 Fitri Dwi Prastyanti bukannya tenang. Perempuan 25 tahun itu justru cemas. Musababnya air susu ibu (ASI) tersendat tatkala anak pertamanya kehausan. Padahal, ia disiplin mengonsumsi berbagai jenis sayuran, buah, dan sari kedelai. Fitri konsultasi pada bidan dan ternyata ASI akan lancar asal rutin dikeluarkan. Fitri mengatakan, “Prinsip ASI itu supply by demand. Tidak akan keluar jika tidak distimulasi.”

Ibu muda di Jakarta Selatan, Aisyah Husna Zulkarnaen, menghadapi masalah yang sama. Setelah melahirkan anak pertama, Aisyah juga kesulitan memberikan ASI. Pemberian ASI sangat penting untuk pertumbuhan bayi, sehingga pemerintah menerbitkan aturan No. 33 Tahun 2012 tentang ASI eksklusif selama enam bulan sejak kelahiran bayi.

Daun moringa

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Martha Friska Medan, Sumatera Utara, Prof. Dr. dr. Sarma Nursani Lumbanraja, Sp.OG (K) menekankan komposisi ASI tiada duanya. Sarma menjelaskan ada tiga jenis ASI berdasarkan waktu. Sarma mengatakan, pada hari ke-1 sampai ke-3 atau ke-4 keluar kolostrum, cairan itu kental berwarna kekuningan. Terdapat protein globulin dan antibodi yang memberikan perlindungan bayi hingga umur enam bulan.

Pada hari ke-4—10 keluar ASI transisi. Kadar protein menurun sedangkan karbohidrat dan lemak meningkat. Volume air susu juga meningkat. Terakhir keluar ASI matang pada hari ke-10 dan seterusnya. Kandungan garam Ca-caseinat, riboflavin, dan karoten menyebabkan warna putih kekuningan pada ASI. Cairan itu makanan satu-satunya yang paling baik untuk bayi hingga berumur 6 bulan.

Begitu pentingnya nutrisi itu, maka Aisyah berupaya mengatasi ketidaklancaran ASI untuk buah hati. Perempuan berusia 28 tahun itu memilih mengonsumsi pil daun moringa. Dosisnya satu pil dua kali sehari sebelum makan. Setelah mengonsumsi pil daun moringa, ASI mengalir lebih deras. Moringa memperlancar ASI? Riset Zakaria dan tim dari Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Makassar membuktikannya.

Serbuk daun moringa siap seduh atau menjadi bahan olahan beragam penganan.

Zakaria menguji daun Moringa oleifera terhadap kuantitas dan kualitas ASI. Pengukuran kuantitas berdasarkan volume, sedangkan kualitas meliputi kadar besi, vitamin C, dan vitamin E. Riset melibatkan 75 ibu menyusui bayi berusia 0―6 bulan di Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan. Zakaria membagi responden menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengonsumsi ekstrak daun moringa dan kelompok kedua mengonsumsi tepung daun moringa—keduanya dalam bentuk kapsul.

Meningkat 66%

Responden mengonsumsi dua kapsul daun moringa dua kali sehari selama tiga bulan. Hasilnya volume ASI kedua kelompok meningkat signifikan. Kelompok esktrak moringa meningkat 66,2% yakni 263 ml. Adapun kelompok tepung moringa meningkat 33,7% atau 151 ml. Kelompok ekstrak menghasilkan air susu lebih banyak lantaran adanya antioksidan nonenzimatik seperti vitamin A, vitamin C, dan vitamin E serta fitosterol.

Kandungan fitosterol memperlancar produksi air susu.

Riset sebelumnya menjelaskan fitosterol bersifat laktagogum yang dapat meningkatkan dan memperlancar produksi air susu. Kualitas ASI kedua kelompok hampir sama kecuali vitamin C kelompok tepung lebih rendah. Ekstrak daun kerabat Moringaceae itu sumber vitamin C yang baik. Sifat kimiawinya mudah larut air sehingga dapat diserap tubuh lebih baik. Bayi mengonsumsi vitamin C dari ASI rerata 55 mg/l.

Bayi 0―6 bulan memerlukan vitamin E sebesar 4 mg per hari. ASI pada riset Zakaria mengandung alfatokoferol―salah satu bentuk vitamin E―rata-rata 5,4 mg/l. Kadar itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Kadar besi ekstrak daun kelor tidak terlalu tinggi. Hal tersebut berhubungan dengan kadar hemoglobin (Hb) sang ibu. Kelompok ekstrak cenderung memiliki kadar Hb lebih tinggi. Hal tersebut berpengaruh pada stabilitas kadar besi ASI.

Daun moringa segar bisa dikonsumsi sebagai sayur. (Dok. Trubus)

Penelitian terdahulu membuktikan daun oval memanjang itu memiliki daya cerna lebih baik jika diolah dengan pemanasan. Moringa atau masyarakat menyebutnya kelor memang mengandung protein yang sangat mudah dicerna. Herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, Maria Margaretha Andjarwati, mengatakan, daun kelor berfaedah memperlancar ASI. Ia menyarankan konsumsi daun moringa kepada perempuan hamil. “Mudah saja diolah menjadi sayur bening,” kata Maria. (Sinta Herian Pawestri)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img