Monday, August 8, 2022

Menabung Air Bertahan Hidup

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

N. smilesii, daerah penyebaran paling luas dan mampu bertahan pada suhu rendah 1° CSusunan warna kantong bawah N. kongkandana lebih cerah dan bervariasiN. tenax tumbuh pada batang tegak dan kaku untuk menopang batang yang panjangnya 1 mNepenthes itu memang memiliki organ penyimpanan air di dalam kantong. Begitu musim kemarau tiba, kantong semar itu menggugurkan daun. Tujuannya jelas untuk mengurangi penggunaan air. Harap mafhum, cadangan air sangat terbatas, tetapi musim kering amat panjang. Dua kerabatnya Nepenthes kongkandana dan N. smilesii menempuh cara serupa. Mereka pintar menyiasati kesulitan hidup. Nepenthes lain pada musim kering mengalami semi-dormansi pada titik tumbuh dan berhenti memproduksi daun.

Ketiga nepenthes endemik itu hidup di Thailand utara. Pola curah hujan dan musim kering di Thailand memang bervariasi secara geografis. Di Thailand utara, misalnya, kekeringan berlangsung 4 – 6 bulan dari November – April. Kerap kali tidak turun hujan sama sekali. Musim kering sangat akut sehingga nepenthes itu harus beradaptasi penuh agar mampu bertahan.

Suhu rendah

Bentuk daun ketiga jenis kantong semar itu hampir sama, yakni sempit. Nepenthes smilesii – namanya diambil dari Frederick Henry Smiles, kolektor tanaman asal Inggris yang pertama kali mengoleksi spesimen herbarium asal Thailand pada awal 1890-an – paling terkenal. Penyebarannya melalui Thailand timur  laut, Laos selatan, hingga Vietnam barat di ketinggian 200 – 1.500 meter di atas permukaan laut.

Hebatnya N. smilesii mampu tumbuh di area bersuhu terendah dari semua jenis nephentes. Mana ada nepenthes lain yang mampu beradaptasi di suhu ekstrem yang menggigilkan tubuh. Pengamatan saya pada Februari 2008 di puncak Phu Kradung berketinggian 1.200 – 1.300 meter di atas permukaan laut, suhu malam 1°C. N. smilesii menghasilkan kantong bawah dan atas. Kantong bawah berbentuk bulat telur (ada juga memanjang) dengan ukuran bervariasi.

Bentuk kantong atas seperti terompet. Warna kantong bawah bagian luar hijau kekuningan, jingga pupus, merah muda, atau merah. Bagian dalam kantong berwarna krem, kuning cerah, atau merah muda cerah, dengan bercak merah gelap yang samar.

Peristom yang mengembang di bagian depan bukaan kantong membentuk pola segitiga yang khas. Peristom berwarna kuning, jingga, merah muda, atau merah dan seringkali bergaris. Tutup kantong berwarna serupa dengan kantong bagian luar, tetapi lebih halus dan cerah. Warna kantong atas sama dengan kantong bawah, tetapi biasanya hijau kekuningan.

Kantong semar yang juga menabung air adalah N. kampotiana, mengabadikan Kota Kampot, Kamboja. Di sanalah ia pertama kali ditemukan. Penggemar mudah mengenali sosoknya karena berdaun glabrous alias licin dan tidak berbulu. Spesies itu tumbuh di pantai di Kamboja selatan, Thailand timur, dan Vietnam barat pada ketinggian 350 meter di atas permukaan laut. Panjang batang N. kampotiana 6 m dan memanjat vegetasi sekitarnya.

Panjang kantong bawah N. kampotiana mencapai 12 – 17 cm dan lebar 4,5 cm. Bentuk kantong bulat telur dan besarnya bervariasi. Peristom berbentuk silindris sedangkan tutup kantong berbentuk elips. Warna kantong bawah antara lain kuning, hijau, jingga, merah muda, atau merah. Bagian dalam berwarna kuning terang atau putih kekuningan, dengan bercak ungu atau merah tua. Peristom – bibir kantong, berwarna putih, kuning, merah muda, atau merah. Tutup kantong merah jingga bebercak ungu tua pada permukaan atas.

Bentuk kantong bulat telur dan menyempit di bagian atas dengan sayap tereduksi. Peristom berbentuk silindris dan sedikit memanjang di bagian bawah tutup kantong. Kantong atas berwarna hijau kekuningan polos dengan peristom merah muda cerah, merah, atau ungu. Tepi tutup kantong berwarna semburat merah muda, merah, ungu, dan terkadang hijau kekuningan.

Terancam

Satu lagi nepenthes yang rajin menabung air menjelang musim kering, N. kongkandana. spesies itu diambil dari botanis asal Thailand, Kongkandana Chayamarit. Tanaman endemik Thailand selatan ditemukan di Kota Hat Yai, Provinsi Songkhla hingga Taman Nasional Khao Sok di Surat Thani dan di Selatan Hat Yai. Saya menemukan populasi N. kongkandana di daerah terbuka berketinggian 0 – 50 meter di atas permukaan  laut.

Di daerah terbuka, N. kongkandana tumbuh dari semak untuk panjatan batangnya yang mencapai 80 cm. Kantong bawah berbentuk bulat telur sedikit menggembung. Peristom sangat mudah dikenali. Berbentuk bulat padat dan silindris, mengkilap, dan berkerut. Tutup kantong elips. Susunan warna kantong bawah lebih cerah dan bervariasi. Bagian luar kantong merah, cokelat kemerahan, atau ungu, berbintik dan bercak ungu gelap yang samar.

Jenis itu  memiliki sayap  berwarna kekuningan, jingga, merah atau hijau (lebih cerah saat mengembang atau kantong baru membuka). Peristom berwarna kuning, jingga, merah, merah muda atau ungu tanpa garis-garis; bagian dalam kantong berwarna kuning cerah atau krem, kadang dengan bintik dan bercak semu ungu tua. Untuk tutup kantong berwarna kuning, hijau, jingga, merah atau ungu – kedua sisi. Ukuran kantong atas N. kongkandana lebih panjang, berbentuk bulat telur tanpa sayap.

Warna kantong atas hijau kekuningan, jingga, merah, atau ungu gelap dengan bercak merah tua gelap dan bintik ungu. Peristom kuning terang, jingga, merah, merah muda atau ungu. Terkadang seluruh bagian kantong atas berwarna hijau kekuning-kuningan cerah.

Kendi madu

Selain Thailand yang memiliki kantong semar endemik, Australia juga menyimpan beragam nepenthes. Tiga spesies yang berhasil ditemukan N. mirabilis, N. rowanae, dan N. tenax semuanya di Queensland, Australia. Yang  pertama kali menelusuri dan mengumpulkan ketiga spesies nephentes itu adalah Frank Jardine – yang menyelesaikan semenanjung Cape York, Queensland. Selama akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, 11 spesies nephentes telah dideskripsikan dari wilayah itu.

Warna kantong N. mirabilis sangat bervariasi yaitu hijau kekuningan bergaris kuning dengan bercak merah atau ungu, atau seluruhnya kemerahan. Bagian dalam kantong biasanya kuning pucat atau hijau kekuningan, beberapa berbercak merah dan ungu (beberapa jenis berwarna merah darah atau ungu gelap). Kantong atas berukuran lebih besar dan berwarna kuning polos atau kuning bergaris bercak merah gelap atau ungu. Suku Aborigin di Queensland menyebut  tanaman itu kendi madu karena memanfaatkannya untuk mencari madu dan air.

Jenis yang populasinya tersebar luas adalah N. rowanae – namanya berasal dari naturalis dan ilustrator Australia, Ellis Rowan. Kantong berwarna ungu kemerahan, kadang berbintik hijau kekuningan atau hijau dan kuning dengan bercak merah atau ungu. Bagian dalam kantong biasanya merah gelap, kadang bebercak ungu gelap. N. rowanae jarang menghasilkan kantong atas.

Spesies lain endemik Australia adalah N. tenax (bahasa Latin tenacious) berarti ulet, mengacu pada kecenderungan untuk tumbuh tegak berbatang kaku. Tenax meghasilkan lebih sedikit kantong berukuran besar. Sedangkan kantong atas banyak diproduksi oleh tanaman dewasa. Panjang kantong atas lebih kecil yaitu 15 cm dan lebar 3,6 cm berbentuk terompet. Daun N. tenax juga bergerigi, kasar, dan penampangnya berbentuk huruf V.

Ketiga jenis itu berelasi sangat dekat dan sering berhibridisasi. Nasib mereka pun lebih baik dibandingkan kerabatnya di Thailand. Itu karena habitat mereka dilindungi dan tidak akan terdegradasi dalam waktu dekat. Sebagian besar habitat dari tanaman ini juga terletak di daerah terpencil, sulit akses, dan kurang bernilai komersial sehingga nephentes Australia memiliki masa depan cerah di alam liar.***

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img