Trubus.id—Pinang sikucua itu menguar aroma pandan. Sang pemilik tanaman Bustamar menyebu aroma pandan itu dari buah, daun, batang, hingga akar. Ia memiliki 350 tanaman induk pinang wangi.
Warga Korong Pematang Tinggi Nagari Sikucua Utara, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman, Provinsi Sumatra Barat, itu menanam pinang wangi itu turun temurun oleh para leluhur. Ia memperkirakan tanaman induk lebih dari 20 tahu,
Menurut Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Tanaman Perkebunan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan (ORPP), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Ir. Jeanette Kumaunang, M.Sc., pinang wangi sikucua juga tergolong genjah.
Pinang anyar itu berbuah perdana saat tanaman berusia 4—4,5 tahun sejak penanaman bibit setinggi 50 cm. Bandingkan dengan pinang jenis lain yang berbuah perdana 5 tahun setelah tanam. Produktivitas pinang wangi sikucua mencapai 7 ton biji kering per hektare per tahun.
“Produktivitas pinang lain hanya 3,5 ton biji kering per hektare per tahun,” kata Jeanette. Warna buah muda hijau dan saat masak berwarna kuning keemasan. Biji pinang wangi sikucua pun lebih mudah dikeluarkan dari kulitnya atau tidak lengket.
Hasil kupasan biji dari kulit sangat bersih dan licin. Pinang wangi sudah didaftarkan sebagai pinang varietas unggul. “Sidang pelepasan varietas tanaman perkebunan pada Oktober 2023 dan sudah dinyatakan lulus. Tinggal menunggu surat keputusan (SK) dari menteri,” tutur Jeanette.
Saat ini Bustamar fokus memperbanyak pinang wangi sikucua sejak 2019. “Saya mulai memasarkan sejak 2020. Sampai saat ini, kira-kira ratusan ribu bibit terjual,” kata Bustamar. Selain dari Sumatra Barat, konsumen pinang wangi sikucua berasal dari Jambi, Riau, dan Nanggroe Aceh Darussalam.
Harga bibit berusia 12 bulan setinggi 1 meter Rp9.000, sedangkan bibit berusia 6 bulan setinggi 50 cm Rp7.000. Bustamar pun menjual benih pinang wangi Rp1.500 per biji.
Selain perbanyakan bibit dan benih, ia menanam 9.500 pinang wangi di lahan seluas 12 hektare (ha). “Sekarang tanaman berusia 2—3 tahun,” tutur pekebun berusia 53 tahun itu .
