Saturday, January 24, 2026

Mengobati Penyakit Ikan Gurami dengan Kamboja dan Mengkudu

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Perubahan musim sering kali menimbulkan kehadiran penyakit. Suhu air tidak stabil menyebabkan ikan gurami stres sehingga mudah ditempeli bibit-bibit penyakit, termasuk cendawan Saprolegnia.

Kalau terlambat mengantisipasi serangan penyakit meluas. Sejatinya ada alternatif untuk mengatasinya, yakni dengan menebar batang dan daun kamboja. Tanaman yang biasa tumbuh di kuburan itu memang sejak dulu dipakai sebagai obat luka.

Potong batang pada bagian ujung sepanjang 20 cm dari pucuk. Sebaiknya di potong saat pagi hari karena getahnya lebih banyak dibanding siang. Getah itulah yang mengikis cendawan dan menyembuhkan borok.

Untuk kolam seluas 100 m² butuh sekitar 10 kg. Batang dan daun dipotong kecil-kecil, lalu ditebar merata di kolam. Biarkan tanaman itu mengambang di permukaan air. Saat perlakuan sebaiknya saluran keluar-masuk air ditutup, tinggi air 1 m dari dasar kolam.

Aplikasi dilakukan setiap pagi selama 3 hari. Disarankan tidak mengganti air. Pergantian air baru boleh dilakukan pada hari ke-4. Agar ikan tidak stres, pergantian air secara bertahap. Jika jumlah ikan yang terserang sedikit, perlakuan itu dapat dilakukan di kolam bak kecil atau ember.

Dosisnya disesuaikan dengan volume air. Menrut pengalaman pembudidaya ikan mulai menampakkan tanda-tanda sehat pada hari ke-15. Aplikasi ini ternyata  juga tidak berdampak buruk pada induk yang sedang memijah.

Kalau sulit mendapatkan kamboja, alternatif lain yakni mengkudu Morinda citrifolia yang juga efektif mengendalikan penyakit yang disebabkan virus, seperti herpes. Tanaman yang tumbuh di pekarangan rumah itu sejak dulu terkenal sebagai obat penderita tekanan darah tinggi dan diabetes.

Daunnya disukai nila dan tawes. Bahkan, buah pun sering disantapnya. Bila keduanya diberikan secara rutin dapat meningkatksan daya tahan tubuh. Jika gejala herpes mulai tampak menyerang ikan, maka dapat segera diantisipasi dengan tanaman itu.

Ambil 10 lembar daun, lalu remas di wadah yang sudah diisi 5 liter air. Dosis itu untuk ikan berukuran 10 cm. Daya kerja tanaman untuk menggerus penyakit ikan memang tidak secepat obat-obatan kimia.

Namun, bila aplikasi itu tepat waktu dan diberikan secara rutin dipastikan ikan sembuh. Pemakaian antibiotik dengan dosis berlebihan justru mencemari lingkungan. Dampak lain muncul penyakit yang resisten terhadap antibiotik.

Penggunaan antibiotik pun harus dikonsultasikan dengan ahli. Oleh karena itu tanaman dapat digunakan sebagai alternatif. Toh, untuk tanaman itu relatif gampang diperoleh karena tumbuh di pekarangan.

Terlebih lagi saat ini sedang tren pestisida nabati. Pemakaian tanaman tidak berdampak buruk pada lingkungan dan aman buat manusia.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img