Mentan Amran Serukan Penggunaan Mekanisasi untuk Tanaman Jagung

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Selatan adalah salah satu wilayah penghasil jagung terbesar di Sulawesi. Menurut data Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara, pada 2022 produktivitas jagung mencapai 6,1 ton per hektare (ha), naik dari 4,7 ton per ha pada tahun 2021. Produksi jagung juga meningkat dari 4.393 ton pada  2021 menjadi 4.511 ton pada 2022.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman pun menggelar Tanam Perdana Jagung. Hal itu dalam rangka peningkatan komoditas pertanian di Desa Amalome, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Selatan (10/01/2024).

Mentan Amran bersana Sekda Provinsi Sulawesi Tenggara Asrun Lio, dan Bupati Konawe Utara Ruksamin menggunakan hand roller seeder untuk menanam jagung. Usai penanaman, dilakukan pemberian pupuk menggunakan drone.

Mentan Amran berharap ada peningkatan produksi dan produktivitas jagung dan padi untuk mencapaiu swasembada pangan pada 2024. Terutama dalam mekanisasi pertanian yang semakin lama makin canggih.

“Kita ingin swasembada, kita ingin berdaulat pangan. Saat ini 10 negara di dunia sedang mengalami ancaman kelaparan. Yang bisa menolong dunia adalah Indonesia dan Brazil yang ada di garis khatulistiwa. Oleh sebab itu, kita harus semakin berdaulat,” ujar Amran dilansir dari laman Kementan.

Pada komoditas perkebunan, baru-baru ini Mentan memberikan bantuan benih kelapa sebanyak 10 ribu batang untuk 5 ribu Kepala Keluarga (KK) di Konawe Utara.

Hal itu  diluar dari 15 ribu batang yang sudah dijanjikan, bantuan dana P2L 2 milyar rupiah, benih jeruk 10 ribu batang, benih mangga sebanyak 500 batang, benih jagung untuk 10 ribu hektare (ha), benih padi 12 ha, traktor roda empat sebanyak 10 unit, traktor roda dua sebanyak 20 unit, combine besar 5 unit dengan nilai total setara Rp20-30 miliar.

Tak lupa Mentan Amran turut mengapresiasi kinerja Konawe Utara dalam pemanfaatan mekanisasi untuk meningkatkan produksi jagung. Mentan Amran berharap petani muda terus menggenjot penggunaan teknologi demi swasembada pangan.

Penggunakan mekanisasi dalam sektor pertanian kini menjadi perhatian bagi Kabupaten Konawe Utara. Bupati Ruksamin telah menggalakkan pertanian modern dengan menggunakan drone dan aplikasi digital untuk memudahkan petani.

“Saat ini kami telah melakukan penanaman dengan mekanisasi dan menggunakan drone untuk penyemprotan pupuk ataupun pestisida. Ini adalah salah satu penyebab mengapa produktivitas jagung bisa naik,” kata Bupati Ruskamin.

Konawe Utara juga tengah bekerjasama dengan Universitas Guna Darma guna membangun Kosanara Technopark. Salah satu hasil nya yakni aplikasi Pak Tani Kosanara. Pada  aplikasi tersebut,  memungkinkan penyuluh pertanian, tenaga ahli, dan petani terintegrasi dalam satu platform.

Petani pun mudah dapat melakukan permintaan bibit, pupuk, informasi mengenai hasil panen dan informasi pemasaran. Dengan demikian pemerintah dapat merespons kebutuhan petani dengan lebih cepat dan lebih tepat.

Artikel Terbaru

Menjaga Tren Nangka Unggul Lewat Pembibitan Lokal dan Introduksi

Kebutuhan bibit nangka unggul terus meningkat seiring munculnya minat pekebun terhadap varietas baru. Salah satu pembibit yang menangkap peluang...

More Articles Like This