Wednesday, February 8, 2023

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Rekomendasi

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat, harga buah dan sayur tropis di berbagai negara dihargai mahal.

Syahrul mencontohkan harga durian di Washington bisa mencapai Rp1,5 juta. Oleh karena itu, Syahrul mendorong semua jajaran yang ada di Kementrian Pertanian untuk secara bersama dapat memfasilitasi produk hortikultura agar mampu menembus pasar ekspor.

“Perbaiki sistem yang ada dan fokus pada apa yang mau dicapai. Tingkatkan ekspor kita,” kata Syahrul saat membuka kegiatan Jambore Hortikultura di Hotel Margo Depok.

Selain di lingkup pertanian, Syahrul juga meminta kepada seluruh jajarannya untuk menjalin kerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM, serta Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

Kerja sama tersebut ditujukan meningkatkan peluang ekspor dan membuka akses produk hortikultura masuk pasar modern. 

“Jangan sampai swalayan kita hanya jual produk impor, tapi tidak mau jual produk lokal,” jelas Syahrul, melansir dari laman Kementerian Pertanian.

Lebih lanjut, menurut Syahrul, untuk menembus pasar luar negeri, diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak. Semangat berkolaborasi, berteman, berkomunikasi dengan semua pihak sangat diperlukan dalam rangka menembus pasar ekspor.

“Saya inginkan kita bisa membuat program dan kegiatan di luar negeri. Tembus pasar Eropa, Arab, Amerika, dan Asia,” ujarnya. 

Terlepas dari itu, Syahrul mengapresiasi gelaran Jambore Hortikultura. Ia menyukai konsep yang diusung dengan menampilkan beragam produk hortikultura dari berbagai daerah.

Sementara itu, Prihasto Setyanto, Direktur Jenderal Hortikultura menuturkan, kegiatan Jambore Hortikultura memiliki kesamaan manfaat dengan kegiatan jambore lainnya. Jambore Hortikultura diharapkan bisa menampilkan prestasi para pelaku usaha hortikultura.

Menurut Prihasto, hortikultura merupakan subsektor yang sangat menjanjikan untuk mendukung ketahanan pangan dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Ia menilai subsektor hortikultura terus meraih prestasi. Produksinya juga terus meningkat signifikan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Produk Domestik Bruto (PDB) subsektor hortikultura berdasarkan PDB harga konstan 2010 selama kurun tiga tahun terakhir periode 2019–2021 secara umum mengalami pertumbuhan, dengan peningkatan rata-rata sebesar 2,36 persen.

Peningkatan tertinggi terjadi pada 2020 yakni sebesar 4,17 persen. Adapun peningkatan PDB subsektor hortikultura di triwulan kedua 2022 dibanding triwulan kedua 2021 sebesar 2,19 persen.

Prihasto pun berjanji akan terus berupaya meningkatkan nilai tambah produk hortikultura, utamanya produk hortikultura yang telah banyak dihasilkan oleh petani.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Meybi Kantongi Omzet Rp75 Juta Sebulan dari Daun Kelor

Trubus.id — Daun moringa alias kelor bagi sebagian orang identik dengan mistis. Namun, bagi Meybi Agnesya Neolaka Lomanledo, daun...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img